Tribun Tulangbawang

Bulan Ini Bapenda Mulai Kelola Pajak 27 Titik Objek Parkir

Mulai tahun ini, Bapenda Kabupaten Tulangbawang mulai menarik pajak parkir yang sebelumnya dikelola oleh Dinas Perhubungan.

Bulan Ini Bapenda Mulai Kelola Pajak 27 Titik Objek Parkir
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ANASTASIA
ilustrasi

Bulan Ini Bapenda Mulai Kelola Pajak 27 Titik Objek Parkir 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Mulai tahun ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tulangbawang mulai menarik pajak parkir yang sebelumnya dikelola oleh Dinas Perhubungan.

Sekretaris Bapenda Tuba Nyoman Sutamawan, mendampingi Kepala Bapenda Ria Kholdi mengatakan, ada 27 titik objek parkir yang diserahkan Dishub kepada Bapenda. Hasil inventarisasi, titik parkir tersebut di antaranya berada di area toko, minimarket, dan bank.

Nyoman mengatakan, tujuan penyerahan titik parkir dari Dishub kepada Bapenda selain dalam rangka tertib administrasi pajak juga untuk kepentingan tertib administrasi pengelolaan retribusi parkir.

Pemilik Menunggak Pajak, Lima Ruko di Pasar Tengah Disegel

Kebijakan ini, kata Nyoman, lebih dititikberatkan pada intensifikasi dan optimalisasi pengelolaan pajak."Penarikan pajak yang diserahkan Dishub ini pelaksanaannya mulai Februari 2019," terang Nyoman, Jumat (1/2).

Hal tersebut, menurut Nyoman, merujuk UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Dan juga Perda Kabupaten Tulangbawang Nomor 1 Tahun 2016 tentang pajak daerah.

Dalam peraturan itu, disebutkan pajak parkir adalah pajak atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor.

Seluruh PNS Dinas Perhubungan Dimutasi Termasuk Kepala Dinas, Wali Kota Kupang Ungkap Alasannya

Obyek pajak adalah penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha, maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor.

Subyek pajak parkir adalah orang pribadi atau badan yang melakukan parkir kendaraan bermotor. Adapun wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan tempat parkir.

Sementara dasar pengenaan pajak parkir adalah jumlah pembayaran atau yang seharusnya dibayar kepada penyelenggara tempat parkir, termasuk potongan harga parkir dan parkir cuma-cuma yang diberikan kepada penerima jasa parkir.

Sekretaris Bapenda Tuba Nyoman Sutamawan, menyebut total ada 11 jenis pajak yang ditangani Bapenda merujuk Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang pajak daerah.

Sebelas jenis pajak itu yakni, Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2), dan pajak hotel.

Lalu pajak hiburan, pajak air bawah tanah, pajak restoran, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak mineral bukan logam, pajak sarang burung walet, dan pajak reklame. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved