Tribun Pringsewu

Antisipasi Banjir, Warga Ambarawa Timur Perbaiki Tanggul di Rawa Kijing

Masyarakat Desa Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu gotong royong membuat tanggul darurat di sepanjang jalur irigasi

Antisipasi Banjir, Warga Ambarawa Timur Perbaiki Tanggul di Rawa Kijing
Tribun Lampung/R Didik Budiawan
Masyarakat Desa Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu gotong royong membuat tanggul darurat di sepanjang jalur irigasi di kawasan Rawa Kijing, Sabtu (2/2). 

Antisipasi Banjir, Warga Ambarawa Timur Perbaiki Tanggul di Rawa Kijing

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Masyarakat Desa Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu gotong royong membuat tanggul darurat di sepanjang jalur irigasi di kawasan Rawa Kijing, Sabtu (2/2).

Wakil Bupati Fauzi yang hadir dalam kegiatan demi mengantisipasi banjir itu mengaku bangga dengan kegiatan tersebut. "Bangga atas kekompakan dan semangat bergotong royong yang ditunjukkan masyarakat Ambarawa," ujarnya.

Pembuatan Tanggul Sementara Way Semong Terkendala Arus Sungai yang Sangat Kuat

Dia berharap, tanggul darurat yang dibuat masyarakat dapat mengantisipasi dan mencegah terjadinya banjir di kawasan tersebut. Sehingga areal pertanian warga dapat terhindar dari banjir, hingga tanggul permanen dibangun.

Dia juga menginginkan semangat kegotongroyongan masyarakat Ambarawa Timur ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat desa lainnya di Pringsewu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Pringsewu Iskandar Muda mengatakan, perbaikan tanggul yang dilakukan ini sifatnya sementara. Perbaikan, terutama pada saluran dan tanggul yang terlihat rawan jebol, bertujuan untuk mengantisipasi tingginya curah hujan pada bulan Februari," ungkapnya.

Seluas 23 hektare tanaman padi di Kabupaten Pringsewu diketahui mengalami puso karena banjir buntut luapan air sungai yang merendam hamparan sawah Pekon Margodadi dan Pekon Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa.

Kepala Dinas Pertanian Iskandar Muda mengatakan, banjir terjadi pada 25 Januari 2019 kemarin.
"Luas sawah yang terdampak banjir ada 27 hektare, petani yang tanamannya mengalami puso seluas 23 hektare," ujar Iskandar, Kamis (31/1).

Dia mengungkapkan, tanaman yang tergenang umurnya sekitar 7-15 hari setelah tanam (HST). Ia mengungkapkan luapan air terjadi karena banyaknya sampah yang menumpuk pada saluran pembuangan air.

Karena itu diambil langkah cepat membersihkan material sampah di saluran pembuangan tersebut pada 26-27 Januari 2019 kemarin.

253 Hektare Lahan Pertanian di Tanggamus Teredam Banjir dan 54 Hektare Alami Puso

Terkait bencana puso, Pemkab Pringsewu memberi bantuan 25 kg benih padi per Ha bagi sawah terdampak puso pada 30Januari lalu. Bantuan benih bersumber dari cadangan benih daerah yang dimiliki Dinas Pertanian.

Sekretaris Dinas Pertanian Maryanto menambahkan, banjir areal pertanian di Bumi Jejama Secancanan telah berkurang dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, menurut dia, area sawah yang mengalami banjir bisa mencapai Kecamatan Gadingrejo. Jumlahnya pun mencapai 200 hektar.

Menurut dia, banjir yang meluas tersebut karena adanya bendungan yang jebol, yakni bendungan Way Gatel. Kini, kata dia, perbaikan bendungan sudah selesai sehingga di awal 2019 ini banjir tidak sampai meluas ke Gadingrejo. "Sampai saat ini tidak ada laporan banjir dari Gadingrejo," katanya.

Dia menambahkan di wilayah Ambarawa, berdasarkan laporan dari penyuluh, hujan sehari itu sudah mebgakibatkan air meluap hingga ke pesawahan. Selain itu, kata dia, beberapa titik tanggul ada yang terlihat sudah mau jebol.(dik)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved