Tribun Tanggamus

253 Hektare Lahan Pertanian di Tanggamus Teredam Banjir dan 54 Hektare Alami Puso

Kerusakan akibat dampak banjir pada lahan pertanian di Tanggamus sementara ini seluas 253 hektare dan puso 54 hektare.

253 Hektare Lahan Pertanian di Tanggamus Teredam Banjir dan 54 Hektare Alami Puso
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Sawah terendam akibat banjir di Tanggamus 

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Kerusakan akibat dampak banjir pada lahan pertanian di Tanggamus sementara ini seluas 253 hektare dan puso 54 hektare.

Menurut Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Endi Rusadi, sampai saat ini pihaknya masih mendata dampak berbagai bencana alam yang sudah terjadi.

"Kami sedang upaya input data yang rusak dan puso, sebab ada laporan yang sudah masuk, ada juga yang baru masuk, jadi sampai saat ini masih jumlah sementara," ujar Endi, Kamis 6 Desember 2018.

Bupati Kunjungi Korban Banjir di Kelumbayan Barat

Pemkab Tanggamus Membuka Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor

Kerusakan lahan pertanian di beberapa kecamatan dari Semaka, Wonosobo, Bandar Negeri Semong, Kota Agung Barat, Limau, Cukuh Balak, Kelumbayan, Kelumbayan Barat.

Kerusakan karena terendam air dan terkubur lumpur.

Dari laporan per 1 Desember 2018 atau hasil pendataan bulan November 2018 kerusakan lahan padi sawah 253 hektare, lalu puso 54 hektare, sawah yang masih masa semaian bibit 25 hektare, dan tanaman cabai lima hektare.

Untuk lahan yang puso Kecamatan Limau, tepatnya di Pekon Badak 35 hektare, lalu Pekon Ampai lima hektare, Pekon Banjar Agung lima hektare, dan Pekon Tanjung Jaya lima hektare.

Sedangkan puso di Kecamatan Wonosobo tepatnya di Pekon Tanjung Agung dua hektare dan Pekon Karang Anyar dua hektare.

(*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved