Tribun Bandar Lampung

Meski Harga Tiket Pesawat Naik, Warga Bandar Lampung Ini Tetap Pilih Naik Pesawat. Ini Alasannya

Meski harga tiket pesawat kian melambung, namun warga Bandar Lampung tetap memilih naik pesawat karena lebih cepat sampai.

Meski Harga Tiket Pesawat Naik, Warga Bandar Lampung Ini Tetap Pilih Naik Pesawat. Ini Alasannya
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Ilustrasi - Warga Lampung masih memilih naik pesawat Sriwijaya Air dengan alasan memangkas waktu tempuh. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Meski harga tiket pesawat kian melambung, namun warga Bandar Lampung tetap memilih naik pesawat karena lebih cepat sampai
Bahkan menurut cerita mereka, kursi pesawat selalu penuh diisi penumpang.
Seperti yang dikatakan Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung Hendi Prayogi.
Hendi baru saja melakukan perjalanan ke Jakarta, tanggal 6 Februari 2019 dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air. 
"Saya naik Sriwijaya Air karena Garuda penuh. Sewaktu saya naik Sriwijaya Air, saya melihat semua kursi pesawat penuh," kata Hendi melalui sambungan telepon, Sabtu 9 Februari 2019.
Padahal, lanjut Hendi, harga tiket pesawat Sriwijaya naik.
Ia membeli tiket dengan harga Rp 595 ribu. 
Padahal biasanya harganya hanya Rp 300 ribuan.
Ketika pulang ke Lampung tanggal 9 Februari 2019, Hendi naik Garuda. 
Harga tiketnya juga naik, dari Rp 500 ribuan jadi Rp 690 ribuan.
Meskipun naik, menurut Hendi, kursi pesawat Garuda tetap terisi penuh. 
"Bahkan penuhnya sejak hari Jumat, saya mau reschedule tiket di hari jumat sudah tidak bisa lagi," kata Hendi
Sama dengan Hendi, Owner SOGO Branded Store Sofyan Lim mengatakan, ia baru saja melakukan perjalanan ke Jakarta tanggal 4 Februari 2019 dan pulang ke Bandar Lampung tanggal 7 Februari 2019
Saat itu Sofyan naik Sriwijaya Air baik pulang maupun pergi. 
Menurut Sofyan, tarif tiket Sriwijaya Air naik dari Rp 300 ribuan jadi Rp 500 ribuan.
"Tapi untungnya saya pakai Sriwijaya Pass, jadi saya hanya bayar tiket pesawat Rp 100 ribu saat berangkat dan pulang Rp 135 ribu," kata Sofyan.
Menurut Sofyan, meski tiket pesawat naik, Sofyan melihat kursi pesawat tetap penuh penumpang. 
Ia memperkirakan, kursi pesawat tetap penuh karena pengaruh jam terbang pesawat Sriwijaya Air yang dikurangi. 
Jadi meskipun terjadi pengurangan penumpang tetap tidak terlihat.
Sebelumnya diberitakan bahwa akibat melambungnya tiket pesawat di awal tahun 2019 ini, rupanya juga mempengaruhi intensitas penerbangan maskapai di Bandar Radin Inten II.
Pantauan Tribun Lampung, Sabtu (9/2/2019) kondisi bandara terlihat seperti biasanya, banyak calon penumpang yang hendak terbang menunggu jadwal penerbangan.
Namun meski demikian, penjaga pintu keberangkatan tidak seperti biasanya yang selalu stanby menunggu calon penumpang untuk diverifikasi.
Terlihat pada hari ini, hanya pada jam-jam tertentu saja penjaga keberangkatan menunggu penumpang yang hendak terbang.
Rupanya telah ada pebgurangan jadwal penerbangan di Bandara Radin Inten II.
Seorang petugas berpakaian dishub yang tak mau disebut namanya mengatakan, pengurangan penerbangan terjadi akibat tiket yang mahal.
"Mulai kurang penumpangnya, ya karena mahal itu," ungkapnya, Sabtu 9 Februari 2019 di selasar luar ruang tunggu penumpang.
Kata dia, penumpang yang biasanya banyak menunggu di selasar, tidak ramai seperti biasanya.
"Ya namanya juga dikurangi, jadi kan penumpangnya ramai dijam tertentu. Kayak pagi ini," tuturnya.
Sementara itu, Wahyu Aria Sakti, Bagian Humas Bandara Radin Inten II mengatakan, memang saat ini pihaknya tengah mengurangi jadwal penerbangan.
"Istilahnya ada pengurangan flat," ungkapnya.
Namun kata Wahyu, penguran flat ini hanya berlaku pada penerbangan maskapai Lion, Garuda, dan Sriwijaya.
"Biasanya jadwal penerbangan ada enam, sekarang ini cuma empat kali dalam sehari," bebernya.
Alasan pengurangan flat ini, kata Arie, tidak lain karena penumpang yang mulai berkurang.
"Kalau penumpang tidak sampai terlantar, karena pembatalan tidak ada. Hanya pengurangan flat," pertegas Arie.
Lanjutnya, meski adanya pengurangan jadwal penerbangan tidak serta merta mempengaruhi terhadap pegawai maupun penggunaan listrik.
"Tidak ada pengurangan pegawai, apalagi penggunaan listrik, gak masalah," tuturnya.
Saat ditanya penguran flat ini akan berlangsung, Wahyu belum bisa mempredeksi.
"Kami belum tahu karena airlane ya, mungkin menunggu penumpang stabil," tandasnya.

(*)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved