Warga Panjang Gempar Mayat Berkafan Muncul dari Dalam Tanah Makam, Video Viral di Medsos

Gempar dengan kabar ditemukannya sesosok mayat dengan kain kafan yang masih membalut, muncul dari dalam tanah makam.

Warga Panjang Gempar Mayat Berkafan Muncul dari Dalam Tanah Makam, Video Viral di Medsos
TribunLampung/Hanif Mustafa
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panjang terendam banjir akibatkan satu jenazah terangkat keluar. Warga gempar mendengar kabar ada mayat berkafan muncul dari dalam tanah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga Panjang, Kota Bandar Lampung, gempar dengan kabar ditemukannya sesosok mayat dengan kain kafan yang masih membalut muncul dari dalam tanah makam.

Heboh mayat berkafan terangkat dari dalam tanah videonya viral hingga Selasa 12 Maret 2019.
Temuan itu membuat kaget banyak warga. Apalagi, setelah beredar di media sosial, informasinya sudah diberi bumbu kiri-kanan sehingga menyeramkan.
Apa yang terjadi sebenarnya?
Mayat berkafan yang muncul dari dalam tanah itu ternyata jenazah yang baru sekitar 40 hari dimakamkan di Makam Panjang.
Saat banjir melanda Kota Bandar Lampung dua hari lalu, air juga menggenangi makam tersebut. 
Makam dari Jenazah yang baru dikubur tanahnya masih lembur, belum merekat kuat, sehingga ketika tergenang air jadi terbongkar.
Jenazah di dalamnya pun naik ke permukaan.
Informasi yang beredar, banyak jenazah terangkat dari makam. Ada yang menyebut tiga jenazah, ada pula yang menyebut lima jenazah.
Juru kunci makam membantah isu tersebut dan menegaskan bahwa jenazah yang terangkat ke permukaan hanya satu.
Jenazah terangkat ke permukaan hingga hanyut 30 meter dari lokasi pemakaman akibat terbawa arus sungai yang meluap dan menyebabkan banjir besar yang melanda kawasan Panjang, Bandar Lampung Sabtu 9 Maret 2019 malam. 
Jenazah tersebut adalah almarhum Samsudin (78). Keluarganya sudah memakamkan kembali jenazah Samsudin pada Minggu 10 Maret 2019.
Keluarga pun tak menyangka jika jenazah almarhum Samsudin bisa terangkat dari makam dan hanyut terbawa air bah banjir.
Sunaryanto, menantu almarhum menuturkan, mulanya pihak keluarga tidak tahu jika jenazah mertuanya bisa hanyut terbawa air bah akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Panjang.
"Kami kaget, pagi-pagi kondisi kami juga kena musibah banjir, pintu rumah digedor-gedor," ungkap warga Karang Indah LK III RT 04 Panjang Selatan ini, Selasa 12 Maret 2019.
"Gak tahunya warga datang, bilang, katanya suruh ngecek soalnya mayat pada naik, ya kemudian kami lihat," imbuhnya.
Rupanya benar, kata Sunaryanto, makam mertuanya sudah berlubang besar tergerus air hujan, pada Sabtu 9 Maret 2019.
"Itu Minggu pagi, 10 Maret 2019, dan (jenazah) ketemu masih utuh nyangkut di pohon. Ya sekitar 30 meteran dari makam," timpalnya.
Katanya, makam ditemukan masih utuh dan berbau lumpur.
"Hari itu juga kami makamkan lagi," tutupnya.
Sementara itu Rina, anak dari Almarhum Samsudin mengatakan, bahwa ini adalah musibah.
"Gak ada firasat ya namanya musibah. Warga langsung kesini kebetulan bapak saya sesepuh sini," ucapnya.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panjang terendam banjir akibatkan satu jenazah terangkat keluar.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panjang terendam banjir akibatkan satu jenazah terangkat keluar. (TribunLampung/Hanif Mustafa)
Ujar Rina, jenazah ayahnya bisa naik ke atas karena kegerus dari air sungai yang tumpah.
"Jadi itu makam bapak saya kegerus dari air sungai, kan sungainya kena sampah kebendung jadi air naik terus nimpa makam ayah saya. Akhirnya naik lagi," ucapnya.
"Dan juga baru sekitar 45 hari, 40 harinya pas Nyepi kemarin, jadi tanah belum padat," tambahnya.
Rina menambahkan, banjir kali ini sangat dasyat setelah 20 tahun yang lalu.
"Biasanya banjir gak sampai naik ke rumah, kali ini sampai masuk ke dalam rumah ya sepinggang," tandasnya.

Hoaks lima jenazah

Sempat viral di media sosial dan pesan singkat Whatsapp, terkait Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panjang yang terendam banjir.
Akibat banjir ini dikabarkan banyak makam yang rusak dan bahkan ada lebih dari satu jenazah terangkat dari makamnya. 
Saat dikonfirmasi kepada juru kunci makam Beni Sanjaya (45) membenarkan adanya jenazah yang terangkat dari liang lahat akibat banjir.
"Memang benar, tapi gak ada namanya itu mayat ada lima yang kanyut. Ditambah-tambahin itu," ungkap Beni sembari memperbaiki kampaknya, Selasa 12 Maret 2019.
Beni pun menegaskan bahwa jenazah yang terangkat itu hanya satu saja.
"Cuma satu saja yang hanyut, makamnya kebetulan deket jembatan, dan masih baru yang lebih dari 40 hari," ungkapnya.
Beni menuturkan, makam yang diketahui milik almarhum Samsudin (78) itu mulanya ambles.
"Terus ketambahan air bah, kan jembatan itu kena sampah banyak, dan pas bener kena makam akhirnya keluar," bebernya.
Lanjutnya, jenazah sempat terseret arus air hingga ke tengah Pemakaman.
"Kira-kira 15 meteran, kesangkut pohon gede, kalau gak nyangkut paling udah kebawa arus," ucap Beni.
Beni mengatakan jenazah pertama kali ditemukan warga yang ingin membersihkan makam keluarga.
"Jenazah masih utuh, kejadian itu Sabtu malam, dan ditemukan minggu pagi," sebutnya.
"Dan setelah ditemukan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga, jam 10, keluarganya itu di Kampung Karang Indah," imbuhnya.
Beni menambahkan, jika TPU Panjang ini sudah sering kebanjiran.
"Cuma hebohnya karena sampai ada jenazah naik keatas," tandasnya.
Pantauan Tribun, ratusan makam memang nampak dalam kondisi tenggelam terendam lumpur yang dibawa banjir.
Sementara makam Almarhum Samsudin yang jenazahnya keluar nampak sudah diperbaiki. 
 
Keluarga Tak Menyangka
Hanyut akibat terbawa arus air, jenazah almarhum Samsudin (78) masih bisa ditemukan.
Keluarga pun tak menyangka jika jenazah almarhum Samsudin bisa terangkat dari makam dan hanyut terbawa air bah banjir.
Sunaryanto, menantu almarhum menuturkan, mulanya pihak keluarga tidak tahu jika jenazah mertuanya bisa hanyut terbawa air bah akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Panjang.
"Kami kaget, pagi-pagi kondisi kami juga kena musibah banjir, pintu rumah digedor-gedor," ungkap warga Karang Indah LK III RT 04 Panjang Selatan ini, Selasa 12 Maret 2019.
"Gak tahunya warga datang, bilang, katanya suruh ngecek soalnya mayat pada naik, ya kemudian kami lihat," imbuhnya.
Rupanya benar, kata Sunaryanto, makam mertuanya sudah berlubang besar tergerus air hujan, pada Sabtu 9 Maret 2019.
"Itu Minggu pagi, 10 Maret 2019, dan (jenazah) ketemu masih utuh nyangkut di pohon. Ya sekitar 30 meteran dari makam," timpalnya.
Katanya, makam ditemukan masih utuh dan berbau lumpur.
"Hari itu juga kami makamkan lagi," tutupnya.
Sementara itu Rina, anak dari Almarhum Samsudin mengatakan, bahwa ini adalah musibah.
"Gak ada firasat ya namanya musibah. Warga langsung kesini kebetulan bapak saya sesepuh sini," ucapnya.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panjang terendam banjir akibatkan satu jenazah terangkat keluar.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panjang terendam banjir akibatkan satu jenazah terangkat keluar. (TribunLampung/Hanif Mustafa)
Ujar Rina, jenazah ayahnya bisa naik ke atas karena kegerus dari air sungai yang tumpah.
"Jadi itu makam bapak saya kegerus dari air sungai, kan sungainya kena sampah kebendung jadi air naik terus nimpa makam ayah saya. Akhirnya naik lagi," ucapnya.
"Dan juga baru sekitar 45 hari, 40 harinya pas Nyepi kemarin, jadi tanah belum padat," tambahnya.
Rina menambahkan, banjir kali ini sangat dasyat setelah 20 tahun yang lalu.
"Biasanya banjir gak sampai naik ke rumah, kali ini sampai masuk ke dalam rumah ya sepinggang," tandasnya.
 
(tribunlampung.co.id/hanif mustafa)
Penulis: hanif mustafa
Editor: Andi Asmadi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved