Universitas Lampung

Mahasiswa Fakultas Hukum Unila Ikuti Sosialisasi Pendidikan Antiradikalisme

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas lampung Ikuti Sosialisasi Pendidikan Antiradikalisme

Mahasiswa Fakultas Hukum Unila Ikuti Sosialisasi Pendidikan Antiradikalisme
tribun lampung
Kampus Unila 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung ((http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://fh.unila.ac.id/) mengikuti sosialisasi Pendidikan Antiradikalisme dengan tema “Ancaman Penyebaran Paham Radikalisme di Perguruan Tinggi” yang materinya disampaikan langsung oleh Sestama Badan Nasional Penanggulangan Marsda TNI Dr A Adang Supriyadi ST MM di Auditorium Prof Abdulkadir Muhammad SH Fakultas Hukum Universitas Lampung, Jumat (15/03/2019).

Sestama BNPT, Adang Supriyadi  menjelaskan bahwa radikalisme terbagi dalam dua bentuk, yaitu radikalisme positif dan radikalisme negatif.

Sikap intoleran merupakan salah satu bentuk dari radikalisme negatif, sedangkan contoh dari radikalisme positif adalah tekun dalam belajar.

“Fokus terhadap pendidikan, menyelesaikan studi tepat waktu, bela negara, gotong royong dan melestarikan kearifan lokal adalah bentuk dari radikalisme positif,” ujar beliau.

Beliau melanjutkan, BNPT telah melakukan banyak upaya untuk menanggulangi penyebaran paham radikalisme di Indonesia, salah satunya bekerjasama dengan para mahasiswa untuk membuat media kontra propoganda sebagai bentuk pencegahan radikalisme berkembang di media sosial.

“Saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam menanggulangi penyebaran paham radikalisme karena upaya ini tidak bisa dilakukan oleh BNPT saja, tetapi kontribusi dari adik-adik mahasiswa juga sangat penting” ujar pria yang juga aktif sebagai Dosen Fakultas Teknologi Pertahanan di Universitas Pertahanan (Unhan).

Turut hadir dalam acara ini, Karomani, selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung (https://www.unila.ac.id/) memberikan sambutan dan membuka acara sosialisasi ini secara resmi.

Dalam sambutannya beliau berkata memahami radikalisme merupakan suatu perjalanan yang harus banyak didiskusikan sehingga kita tidak terjebak dalam aksi radikalisme.

Beliau juga berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai radikalisme lebih luas lagi , (rilis/Humas)

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved