Tribun Pringsewu

Kisah Remaja Putri 17 Tahun Melahirkan di Pinggir Jalan, Putus Sekolah dan Orangtua Sudah Meninggal

Pemerintah Kabupaten Pringsewu meminta kepolisian menindaklanjuti kasus Ri (17) anak di bawah umur melahirkan di tepi jalan tanpa pertolongan medis.

Kisah Remaja Putri 17 Tahun Melahirkan di Pinggir Jalan, Putus Sekolah dan Orangtua Sudah Meninggal
tribunlampung.co.id/robertus didik budiawan
Bayi yang dilahirkan di pinggir jalan, Minggu (7/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan Cahyono

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten Pringsewu meminta kepolisian menindaklanjuti kasus Ri (17) anak di bawah umur melahirkan di tepi jalan tanpa pertolongan medis.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pringsewu menjelaskan, dalam kasus Ri merujuk Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang  Perlindungan Anak, delik persetubuhan atau pencabulan dengan anak merupakan delik biasa, bukan delik aduan.

Karena delik biasa, dapat diproses tanpa adanya persetujuan dari yang dirugikan (korban).   

“LPA tetap akan mencermati pelakunya. Apakah termasuk anak atau bukan".

"Sebab, korban anak dan pelaku anak tetap menjadi perhatian dari LPA,” jelasnya, Selasa (9/4/2019).

LPA Pringsewu Ungkap Fakta Bawa Remaja yang Melahirkan di Pinggir Jalan Ternyata Masih di Bawah Umur

Terkait identitas pelaku imbuh Fauzi, LPA masih menunggu informasi terbaru.

Semisal  pelakunya  berstatus anak di bawah umur anak-anak, berlaku Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Apabila pelakunya orang dewasa, dapat berlaku peradilan umum".

"Tapi dari sisi hukum silahkan kepolisian  yang mempunyai kewenangan untuk langkah lanjutannya," kata Fauzi.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved