Pilrek Unila

Ini Tanggapan Bacarek Soal Tes Kejiwaan di RSJ Kurungan Nyawa

Lima Bakal Calon Rektor Universitas Lampung (Bacarek Unila) telah menyelesaikan semua tes kejiwaan di RS Jiwa Kurungan Nyawa Pesawaran.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu
Bacarek Prof Satria Bangsawan foto bersama dengan staf senat Unila. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Lima Bakal Calon Rektor Universitas Lampung (Bacarek Unila) telah menyelesaikan semua tes kejiwaan di RS Jiwa Kurungan Nyawa Pesawaran.

Para bacarek Unila mengungkapkan jika tes yang dijalani semuanya menggambarkan kepribadian.

"Memang tes itu untuk melihat sifat atau karakter bacarek dan menjadi bahan carek untuk menjadi rektor," ujar Prof Satria Bangsawan saat ditemui usai tes, Selasa (23/7/2019).

Jadi tes ini untuk mengungkapkan apa saja yang harus ditingkatkan ataupun dikurangi.

Karena menjadi rektor harus mampu memimpin segenap sivitas akademika. Dibutuhkan elektabilitas, ketegasan, rasionalitas.

Makanya harus dibutuhkan kerjasama dengan sivitas akademika. Termasuk bisa bekerjasama dengan dunia internasional.

Sementara itu, Prof M Kamal mengakui jika tes yang dijalani sangat penting jika nanti ditakdirkan sebagai pemimpin Unila.

Karena dalam menghadapi masalah itu harus cepat mengambil keputusan.

"Kalau sebagai pimpinan itu jangan terlalu lama mengambil keputusan," katanya

Lalu dari hasil kordinasi dengan psikolog yakni harus menjadi pemimpin yang cerdas dan fokus pada tujuan.

Psikolog juga meminta kepadanya harus jujur, memiliki integritas dan jangan sombong.

Berjumlah 567 Soal, Pertanyaan Soal Bunuh Diri Masuk Tes Psikotes Bacarek Unila

Jangan sampai yang dikatakan pimpinan itu berbohong, dan jangan juga sombong atau over kleam.

Sementara, Prof Bujang Rahman mengatakan kalau tes ini memang mengetes kepribadian dan soal tersebut memang apa yang dirasakannya.

2 Bacarek Unila Jalani Tes Kesehatan di RSUDAM, Profesor Ini Jujur Seorang Perokok: Sehari 2 Bungkus

Maka dirinya tidak panik karena harus jujur, maka harus dipahami soal tersebut. Tapi semua soal mampu dijawab semuanya, sedangkan wawancara penguatan dari tes tersebut.

"Sangat menguji kemampuan dalam logika berfikir dengan apa yang dilakukan dalam keseharian kita," katanya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved