Global Fund tak Lagi Kucurkan Dana untuk Penanganan AIDS

Penanganan AIDS di Kabupaten Lampung Tengah hanya bisa bergantung pada kucuran APBD Pemerintah Daerah setempat maupun pihak swasta.

Editor: muhammadazhim
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penanganan penyakit HIV dan AIDS di Kabupaten Lampung Tengah hanya bisa bergantung pada kucuran APBD Pemerintah Daerah setempat maupun pihak swasta. Sebab, Global Fund selaku pemberi dana telah menghentikan bantuan untuk tahun 2013.

"Sampai saat ini kami tidak ada dana. Karena bantuan dari Global Fund sudah dihentikan sejak awal Januari kemarin. Kita hanya bisa bergantung pada bantuan pendonor jika memang ada yang ingin membantu," kata Wahyudi, Wakil Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Lampung Tengah, Senin (11/2/2013).

Ia menjelaskan, penghentian bantuan tersebut menyusul dari keputusan Surat Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor B-264 Menko/Kesra/XII/2012. Dimana kebutuhan dana penanggulangan HIV dan AIDS mencapai Rp 2,2 triliun untuk tahun 2013. Sementara dana tersedia hanya Rp 1,4 triliun.

Dari dana tersedia tersebut, sebanyak 60 persen berasal dari bantuan luar negeri. Yakni Global Fund, lembaga donor internasional yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. Global Fund sebelumnya juga telah mendukung melalui bantuan dana fase I. Namun, pada bantuan fase II kali ini tidak semua daerah mendapat dukungan.

Wahyudi menjelaskan, dari Pemkab Lampung Tengah hingga kini juga belum ada keputusan apakah akan membantu penanggulangan HIV dan AIDS di wilayah setempat. Dengan tidak adanya dana, penanganan maupun pencegahan penyakit menular tersebut terancam berhenti.

"Sekarang kita cuma bisa bergantung pada bantuan dari pemerintah atau pun swasta. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan apa-apa. Jadi mau enggak mau penanganan juga sementara terhenti," imbuhnya.(Indra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved