65 Juta KTP 'Bodong', Sistem E-KTP Hanya Tempat Tukang Ketik

sistem e-KTP sekarang hanya tempat tukang ketik, bukan sistem terintegrasi,

65 Juta KTP 'Bodong', Sistem E-KTP Hanya Tempat Tukang Ketik
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/SULIS SETIA MARKHAMAH
perekaman E-KTP di Lambar

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Presiden SBY diminta menginstruksikan Mendagri agar memberi izin kepada Forum Akademi Informasi Teknologi (FAIT) memvalidasi sistem dan perangkat keras pembuatan e-KTP.

“Jika KPU menemukan 65 juta KTP dengan  Nomor Induk Kependudukan (NIK) kurang atau lebih dari 14 digit. Itu artinya sistem e-KTP sekarang hanya tempat tukang ketik, bukan sistem terintegrasi,” kata Ketua FAIT Hotland Sitorus di Jakarta Selasa (24/9/2013).           

Hotland Sitorus mengungkapkan, kuatnya indikasi kecurangan dalam pengadaan e-KTP terjadi pada beberapa komponen pengadaan, yaitu aplikasi database E-KTP yang secara nasional hingga kini belum berfungsi.

Aplikasi pendukung untuk komputerserver dan komputer client juga belum dapat digunakan hingga saat ini. Perlu pengujian, apakah sudah dapat dibaca e-KTP reader dan apakah data e-KTP sudah terkoneksi ke database.

“Presiden SBY harus memerintahkan Mendagri agar memberi izin kepada Forum Akademi IT untuk memvalidasi sistem e-KTP. Kalau tidak, berarti Presiden SBY menutup mata terhadap penyelewengan,” ujarnya.

Hotland Sitorus mengatakan, penerapan e-KTP sebagaimana dirancang saat peluncuran, harus dapat digunakan instansi terkait. Misalnya, bila imigrasi memproses dokumen, harus dapat memanfaatkan database e-KTP sehingga dokumen selesai sehari.

Sejak awal, pengadaan e-KTP sudah bermasalah. Hal ini juga sudah diputus Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia, putusan Nomor 03/KPPU-L/2012, pihak terlapor melanggar melanggar Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.      

“KPK harus secepatnya menyelidiki kasus e-KTP. Langkah pertama dan termudah dilakukan, menguji sistem database e-KTP dan memverifikasi perangkat, apakah sudah sesuai,” katanya.

Jika dibutuhkan KPK, Hotland Sitorus berjanji akan menurunkan ahli IT yang tergabung dalam Forum Akademisi IT yang dipimpinnya.

Editor: taryono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved