Pedagang Ngotot Proyek Pasar Kopindo Ditunda, Apa Alasannya?
Jumat (30/1), untuk kesekian kalinya Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar audiensi dan sosialisasi pembangunan Pasar Kopindo
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Jumat (30/1), untuk kesekian kalinya Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar audiensi dan sosialisasi pembangunan Pasar Kopindo bersama pedagang dan pengembang.
Pasar Kopindo merupakan salah satu dari tiga lokasi (eks Bioskop Nuban dan Terminal Kota) yang akan dijadikan komplek Pasar Terpadu. Juli tahun lalu, pemerintah menyepakati MoU PT 31 Mandiri Prima bersama PT Satria Sukarso Wawai selaku pengembang.
Hasil audiensi kali ini, juga belum menemukan kesepakatan antara pihak-pihak terkait. Para pedagang masih tetap meminta penundaan pembangunan Pasar Kopindo dengan alasan ekonomi.
"Kami tidak menghambat pembangunan. Pada dasarnya kami mendukung. Cuma minta ditunda. Karena rata-rata pedagang Kopindo memiliki tanggungan (hutang) di bank atau mitra bisnis," kata Fauza, Ketua Bidang Advokasi Perhimpunan Pedagang Kopindo.
Menurutnya, alasan penundaan tersebut tidak mengada-ada. Fauza juga menyarankan, pembangunan Pasar Terpadu sebaiknya mencontoh Pasar Tanah Abang. Dimana tidak menyediakan ruko.