Terobosan Konflik Sosial Antarkan Kapolda Lampung Raih Polmas Award
Polmas Award cuma diberikan kepada tiga kapolda dan dua anggota Polri se-Indonesia. Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko salah satunya yang terpilih.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko terpilih sebagai satu di antara tiga Kapolda se-Indonesia yang mendapat penghargaan "Polmas Award". Gagasan Heru meluncurkan Program Apel Bersama Dalam Penanganan Terpadu Konflik Sosial dianggap suatu terobosan cemerlang.
Selain Heru, Polmas Award juga diberikan kepada Kapolda Riau Brigjen Dolly Bambang Hermawan dan Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Machfud Arifin. Dua anggota Polri lainnya yang dapat penghargaan adalah Aiptu Nanik Yuliati, Babinkamtibnas Polres Nganjuk, Polda Jatim, dan Brigadir Piether Paembonan, Babinkamtibnas Polres Mamuju, Polda Sulawesi Selatan.
Penghargan untuk kelima personel Korps Bhayangkara itu, diserahkan langsung oleh Kabarhakam Komjen Pol Putut Eko Bayuseno di Gedung PTIK Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2015).
"Kapolda Lampung dapat penghargaan karena memelopori Program Apel Bersama Dalam Penanganan Terpadu Konflik Sosial oleh unsur pimpinan tingkat kecamatan (camat, danramil, dan kapolsek)," kata Putut, dikutip Tribun Lampung dari laman situs Tribunnews.com.
Putut menilai, Kapolda Lampung telah meningkatkan kemampuan komunikasi dan penyelesaian masalah sosial bagi para babinkamtibnas, babinsa, dan kades/lurah. Heru juga dianggap berhasil membangun kepedulian pemda (pemerintah daerah) dengan menjunjung tingkat kearifan lokal dalam mencegah konflik sosial sejak dini dengan istilah "rembuug pekon".
Sementara Kapolda Riau mendapat penghargaan karena telah membangun kepedulian pemda dengan masyarakat melalui pelatihan bersama (lurah, kades, babinsa, dan babinkamtibnas) untuk mencegah potensi konflik sosial.
"Kapolda Riau juga mendirikan rumah kantor bagi Babinkamtibnas agar Polri dapat membantu dan melayani masyarakat di desa atau kelurahan melalui "Samang Warga" (doot to door system) dan problem solving (pemecahan masalah sosial di masyarakat)," tutur mantan Kapolda Metro tersebut.
Sementara Kapolda Kalsel mendapat penghargaan atas membangun kepedulian pemda, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat yang menginginkan rasa aman dan tentram. Kapolda Kalsel juga mendirikan rumah kantor bagi Babinkmtibnas.
"Ada juga Aiptu Nanik Yuliati, yang jadi penggerak dalam program bebas pasung," ungkap Putut. Dalam program itu, Nanik berhasil membebaskan 17 orang yang dipasung, termasuk membantu penderita penyakit tumor sebanyak 16 orang.
Terakhir adalah Brigadir Piether Paembonan, yang berhasil membuat 178 anak putus sekolah kembali mendapatkan mengenyam pendidikan. "Piether juga aktif memajukan pendidikan dengan menjadi pengajar bebas di SMA 1 Kalukku, SMA Budi Mulya, dan SMP Budi Mulya," kata Putut.(*)