Peserta Sanlat Tahfidzul Quran Janji tak Putus Asa dan Menyerah
Para pelajar di Kabupaten Waykanan Lampung yang mengikuti Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2015
Penulis: anung bayuardi | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WAYKANAN - Para pelajar di Kabupaten Waykanan yang mengikuti Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2015 di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran km 5 Kecamatan Blambangan Umpu menyatakan siap mengikuti proses kegiatan program Yayasan Mata Air.
"Kalau saya menjadi kedelai, saya akan menjalaninya tanpa kenal menyerah, tidak akan putus asa karena manusia sukses itu bukan berarti tidak jatuh, dia mampu bangkit dari suatu keterpurukan," ujar pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu, Diduri Sri Faridah, menjawab kuisioner panitia, di Blambangan Umpu, Minggu (17/5).
Panitia Sanlat BPUN Waykanan 2015 menyodorkan delapan pertanyaan kepada peserta terkait program yang akan mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pelajar-di-kabupaten-waykanan-lampung-yang-mengikuti-pesantren-kilat_20150517_103111.jpg)