Kisah TKW di Singapura yang Bunuh Majikan Usai Dengar Bisikan Setan

Tuti Aeliyah menusuk majikannya empat kali menggunakan pisau sebelum mencekik gadis itu sampai mati.

Asiaone.com
Tuti, Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia, di Singapura, membunuh majikannya karena mendengar bisikan setan. 

Polisi juga menemukan pisau sepanjang 14cm di dapur, dan sebuah kantong plastik berisikan piyama dengan noda darah, tergantung di jendela.

Berdasarkan otopsi yang dilakukan terhadap jenazah Shameera diketahui bahwa ia meninggal karena dicekik meskipun dia menderita banyak luka termasuk empat luka tusukan dan luka lainnya di seluruh tubuhnya.

Tuti pun dibawa ke Institute of Mental Health untuk menjalani pemeriksaan. Dari sana diketahui bahwa Tuti menderita depresi berat dengan gejala psikotik.

Meskipun pikirannya jernih saat membunuh Shameera namun penilaiannya secara signifikan terganggu karena sakit mentalnya.

Setelah penilaian lebih lanjut, Tuti ditemukan berada pada risiko rendah melakukan kekerasan terhadap orang lain meskipun dia sangat mungkin untuk mengambil nyawanya sendiri.

Dokumen pengadilan tidak menyebutkan bahwa ia menerima penyiksaan atau perlakuan buruk dari majikannya.

Kemarin, kuasa hukumnya, Nasser Ismail mengatakan dalam mitigasi bahwa kliennya berada di bawah tekanan karena masalah keuangan dan keinginannya untuk kembali ke Indonesia.

Tuti, yang merupakan anak kelima dari sembilan bersaudara merupakan satu-satunya pencari nafkah bagi keluarganya. Orangtuanya yang sudah lanjut usia bekerja sebagai petani di kampungnya di Jawa Barat.

Setelah keguguran pada tahun 2011, Tuti, yang bekerja sebagai baby sitter selama 10 tahun di Indonesia, datang ke Singapura untuk bekerja.

Namun menurut Nasser ia mendapatkan tekanan dari ibu mertuanya yang terus menerus meminta uang kepadanya.

Tuti, lanjut Nasser, mengaku bisa melihat hantu sejak ia berusia 10 tahun, dan hantu tersebut sering mendatanginya secara berkala pada bulan Desember 2013.

Akibatnya, ia merasa takut dan kehilangan nafsu makan dan motivasi untuk bekerja.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved