Headline News Hari Ini
Lagi-lagi Mati Lampu Lagi: Ulangan, Anak SD pun Belajar Pakai Lilin
Saya besok ulangan agama, Mbak. Saya terpaksa belajar pakai lilin karena mati lampu.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Persiapan siswa SD dan SMP yang menghadapi ujian akhir sekolah (UAS) selama sepekan ini terganggu. Mereka tidak bisa konsentrasi belajar karena listrik kerap padam pada malam hari.
Pemadaman listrik mungkin tidak masalah bagi warga mampu yang memiliki genset. Namun, bagaimana dengan mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Jangankan genset, untuk membeli emergency lamp saja mereka belum tentu mampu.
Salah satu pemandangan miris terlihat di sebuah rumah di kawasan Kelurahan Gedung Meneng, Bandar Lampung. Seorang bocah perempuan bernama Filosophia Endriyono (7) terpaksa menggunakan lilin sebagai penerangan saat belajar.
"Saya besok ulangan agama, Mbak. Saya terpaksa belajar pakai lilin karena mati lampu. Karena pakai lilin, cahayanya jadi kurang terang," ujar siswi kelas 1 SD Permata Bunda ini, Kamis (4/6/2015) malam.
Keluhan soal pemadaman juga datang dari Edi Purwanto. Ayah dari Julius, siswa SD Al Kautsar, ini mengaku, pemadaman listrik mengganggu persiapan anaknya yang menghadapi ujian.
"Anak saya kan lagi ulangan. Kalo mati lampu terus, gimana dia bisa belajar. Saya nggak punya genset. Paling banter pakai emergency lamp," kata warga Perum Beringin Raya, Kemiling, ini.
Menurut dia, pemadaman listrik yang tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu berdampak pada banyak hal. Selain mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar, juga membuat peralatan elektronik rusak.
"Kalo TV nyala trus tiba-tiba mati lampu, dan berulang-ulang, apa nggak bisa rusak tuh. Seharusnya kan peralatan elektronik harus dimatikan saat listrik nyala lagi," keluhnya.
Baca selengkapnya di koran Tribun Lampung edisi Jumat 5 Juni 2015.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mati-lampu-lilin_20150605_085804.jpg)