Demi Berdakwah, Ustaz Berpostur 70 Cm Tumpang Truk Pengangkut Pisang

Sebelum menggeluti dunia dakwah, Mumuy tergolong nakal. Dia tidak menuruti perintah ngaji dari orangtua. "Nakalnya ya main," tuturnya.

Tayang:
Penulis: Safruddin | Editor: martin tobing
TRIBUNLAMPUNG
Ustad Mumuy Abdul Mukti (baju kuning) dan rombongan berkunjun ke Tribun Lampung, Jumat (19/6/2015) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perjuangan Mumuy Abdul Mukti, warga Pringsewu, untuk tampil di ajang Akademi Sahur Indonesia (Aksi) di salah satu televisi swasta nasional patut diacungi jempol.

Untuk ikut audisi di Jakarta, pria yang akrab disapa Mumuy terpaksa menumpang truk pengangkut pisang.

Beruntung sang sopir bernama Fadli baik hati. Bukannya meminta bayaran, tetapi malah traktir Mumuy makan.

"Saya kenal sopir saat tambal ban di Pringsewu," kata Mumuy saat berkunjung ke Tribun Lampung, Jumat (19/6/2015).

Empat hari menunggu, barulah pihak Indosiar mengundang Mumuy ikut audisi. Sekarang, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu ini sudah lolos audisi dan siap tampil kembali mewakili Lampung.

"Minggu saya ke Jakarta lagi dan masuk karantina," tuturnya.

Awal mula Mumuy tertarik dunia dakwah berawal dari pesantren. Ketika itu, ia diminta tampil membawakan ceramah. "Alhamdulillah, saya bisa membawakan ceramah. Tema waktu itu adab terhadap orangtua," katanya.

Sebelum menggeluti dunia dakwah, Mumuy tergolong nakal. Dia tidak menuruti perintah ngaji dari orangtua. "Nakalnya ya main," tuturnya.

Namun, menggeluti dunia dakwa mungkin sudah digariskan Allah. Awalnya pria yang memiliki postur tubuh mungil dengan tinggi sekitar 70 cm ini bercita cita menjadi artis. "Orangtua yang minta jadi artis," tuturnya.

Nasib berkata lain. Mumuy malah terjun di dunia dakwah. Dan kini sudah keliling Provinsi Lampung untuk membawakan ceramah.

Usut punya usut, nama Mumuy ternyata punya sejarah. Nama dia sebelumnya adalah Hasanudin. Tapi oleh Kiai Mansyur asal Tasikmalaya, Jawa Barat, namanya diganti jadi Mumuy.

"Mumuy artinya lembek," kata Fauzi, ketua Yayasan STIT Pringsewu, yang ikut mendampingi Mumuy bersama stafnya.

Kini Mumuy bersiap tampil kembali di acara Aksi. Untuk menjaga stamina, tidak ada persiapan khusus. Makan tetap teratur meski tidur hanya tiga jam. "Nikmati saja," kata Mumuy.

Di kesuksesan Mumuy menembus acara khusus Ramadan, ada kisah menarik dari Ketua Yayasan STIT Pringsewu saat Mumuy mendaftar sebagai mahasiswa. "Saya kira anak siapa, ternyata daftar mahasiswa," kata Fauzi.

Untuk berangkat ke kampus, Mumuy kerap diantar Mansur sesama teman saat mondok di Pondok Pesantren Al Fallah Gunung Kasih, Tanggamus. "Kalau di motor naiknya di depan," kata Fauzi.

Sementara Pemimpin Redaksi Tribun Lampung Andi Asmadi mendukung langkah Mumuy tampil di acara Aksi. "Kami siap mendukung," tutur Andi yang pernah menonton aksi Mumuy saat audisi.

Untuk mendukung Mumuy yang dijadwalkan tampil Senin (22/6) malam cukup ketik AKSi spasi MUMUY kirim ke 98888 (Telkomsel) dan 97288 (Indosat & XL). Di ajang Aksi kali ini, selain Mumuy Bumi Ruwa Jurai juga diwakili Nabila. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved