Kebakaran Jelang Buka Puasa, Uang Daftar Kuliah Eva Ludes Tak Berbekas
Kebakaran itu baru ketahuan setelah api membesar jelang maghrib, sekitar pukul 17.30 WIB.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Eva Nurma Yulita (17) tak kuasa menahan tangis menyaksikan kamar kosnya hangus terbakar bersama tujuh kamar kos lainnya, Jumat (26/6/2015) malam di RT III/RW I, Pringkumpul Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.
Air mata warga Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah ini tak hentinya mengalir karena meratapi barang berharganya yang tidak dapat dia selamatkan.
Uang senilai Rp 3 juta, yang akan dia gunakan untuk membayar daftar ulang masuk perguruan tinggi, Jurusan Sistim Informasi STMIK Pringsewu ini hangus, beserta laptop dan handphonenya. Ironisnya, Eva baru masuk ke kamar kos tersebut pada pagi harinya.
Air mata warga Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah ini tak hentinya mengalir karena meratapi barang berharganya yang tidak dapat dia selamatkan. Uang senilai Rp 3 juta, yang akan dia gunakan untuk membayar daftar ulang masuk perguruan tinggi, Jurusan Sistim Informasi STMIK Pringsewu ini.
Tepatnya di kamar nomor enam dari delapan kamar yang berjejer itu. Eva saat ditemui Jumat malam sedang berada di salah satu rumah warga. Dia bersama tiga rekannya, Isnaini Lufita Sari (20) warga Padang Ratu, Sumarni dan Aini (18) warga Kota Agung, Kabupaten Tanggamus duduk di sofa ruang tamu rumah bercat putih, sekitar 20 meter dari tempat kontrakan mereka.
Keempat gadis ini pun senasib dengan Eva yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Karena pada saat kejadian mereka tengah mandi. Aini yang tinggal di kamar nomor tiga bersama Sumarni menceritakan bahwa api yang melalap habis seluruh kamar kos ini bersumber dari kamar nomor tujuh.
Awalnya, dia bersama teman-temannya tidak menyadari adanya tanda-tanda kebakaran. Sekitar pukul 15.00 WIB, Aini mengaku sempat mencium bau sangit (gosong) tapi dia tidak tahu bakal terjadi kebakaran. Aini dan Sumarni mengaku tidak curiga karena bapak kosnya, Arman sedang renovasi.
Selain itu, lanjut Aini, biasaya ada yang bakar-bakar sampah dibelakang kos. "Bapak kan lagi renovasi jadi kita nggak curiga," tuturnya.
Kebakaran itu baru ketahuan setelah api membesar jelang maghrib, sekitar pukul 17.30 WIB. Menurut Aini, bapak dan ibu kosnya mendobrak kamar nomor tujuh itu. Ironisnya, setelah itu api semakin membesar dan merambat ke kamar kos lainnya dengan cepat. Penghuni kos pun banyak yang kehilangan barang berharga.
Sontak peristiwa kebakaran pun membuat geger warga Kelurahan Pringsewu Selatan. Warga berduyun-duyun datang menyaksikan peristiwa tersebut meskipun pada waktu itu jamnya buka puasa. Dua mobil damkar pun terlihat mondar-mandir mengambil air untuk memadamkan api.
Petugas Kepolisian Sektor Pringsewu pun terjun mengamankan lokasi itu. Kepala Polsek Pringsewu Kompol Suparman tampak hadir di lokasi tersebut. Petugas damkar pun sibuk melokalisir kebakaran supaya tidak meluas ke rumah lain di komplek padat pemukiman ini. Hingga pukul 19.00 WIB para petugas ini masih sibuk dengan kebakaran ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kebakaran-kos-di-pringsewu_20150626_204712.jpg)