Dilubangi 4 Peluru, Gembong Begal Asal Lampung Ini Ratusan Kali Gasak Motor
Gembong begal ini mengaku telah melakukan pembegalan di hampir seluruh kampung di Kecamatan Terbanggi Besar.
Penulis: syamsiralam | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Pengakuan mencengangkan dikatakan oleh Johan Arifin (24), pelaku pembegalan yang berhasil diringkus Polsek Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Kamis (3/9/2015).
Kepada wartawan, gembong begal ini mengaku telah melakukan pembegalan di hampir seluruh kampung di Kecamatan Terbanggi Besar. Selain itu, ia juga mengatakan pernah melakukan pembegalan hingga luar Lampung Tengah.
"Pernah (membegal) di Bukit Kemuning sebanyak tujuh kali, Lampung Utara dua kali, Bandar Llampung 10 kali, dan Metro 20 kali. Untuk Lampung Tengah sudah hampir seratusan," kata Johan Arifin di Mapolsek Terbanggi Besar.
Ia menambahkan, sasaran utamanya adalah motor-motor yang terparkir atau pengendara yang melintas di wilayah yang sepi. Saat beraksi ia mengaku selalu bersama Yanto (masih buron).
Johan Arifin terpaksa harus menerima empat tembakan di tubuhnya. Polis mengatakan, pelaku hendak melarikan diri ketika akan ditangkap di sekitara Bandarjaya karena itu petugas menghadiahinya peluru panas.
Aparat Polsek Terbanggi Besar menembak Johan Arifin (24), warga Kampung Tanjung Ratu Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah, di kedua kakinya pada sebuah upaya penangkapan di daerah Bandarjaya.
"Sekitar pukul 10.00 Wib tadi. Setelah kita intai ia rupanya hendak beroperasi di sekitar Bandarjaya. Karena mencoba melarikan diri terpaksa kami menembak sebanyak empat kali ke kedua kaki tersangka," kata Kapolsek Terbanggi Besar Kompol Nelson F Manik saat melakukan ekspose perkara.
Ia menambahkan, dari laporan yang diterima pihaknya, laporan kejahatan pembegalan yang dilakukan Johan di wilayah Terbanggi Besar dan sekitarnya lebih kurang sebanyak 65 kali.
Saat ini pelaku berada di Mapolsek setempat untuk dilakukan pemeriksaan.