Jack si Juru Sinyal Kereta Api, Ternyata Seekor Babun
Di Indonesia, primata merupakan keluarga hewan yang telah familiar dipekerjakan membantu manusia.
Jack akan mendorong troli tersebut mendaki bukit dan sesampainya di puncak, Jack akan melompat ke atas troli untuk bersenang-senang, ketika troli tersebut meluncur menuruni bukit
Ketika Wide bekerja, pada awalnya Jack dipekerjakan merawat taman stasiun. Namun, primata tersebut sesekali mengamati ketika Wide bekerja. Ketika itulah, Wide menyadari kelebihan lain dari sang babun.
Suatu kali, Wide bertugas menyimpan berbagai macam kunci di rumah sinyal di stasiun, yang membuka titik yang memungkinkan masinis atau mekanik, untuk mencapai gudang batubara.
Ketika seorang masinis memerlukan batu bara, sang masinis akan membunyikan klakson lokomotifnya sebanyak empat kali, dan Wide akan berjalan terpincang-pincang bersama kruknya, dan memberikan kunci gudang batu bara kepada Jack, yang kemudian memberikannya kepada sang masinis.
Pada awalnya, begitulah Jack akan bekerja. Hingga pada suatu hari, Wide menyadari bahwa sang babun juga mampu mengoperasikan sinyal kereta.
Jack mempelajari setiap tuas sinyal beserta namanya dan mampu mendorongnya ke posisinya, ketika satu kereta menjelang masuk ke stasiun Uitenhage.
Wide akan mengacungkan satu atau dua jarinya (sebagai tanda untuk sang babun), dan Jack kemudian akan menarik tuas yang benar.
Pada akhirnya, Jack tidak lagi memerlukan perintah dari tuannya. Babun itu tahu setiap tuas yang harus dioperasikan, untuk setiap kereta yang mendekat.
Walaupun sang babun selalu dalam pengawasan tuannya, Jack tidak pernah membuat kesalahan atau perlu diperintah dua kali.
Hubungan kerja antara Wide dan Jack berjalan baik, dan keduanya menjalin persahabatan erat. Banyak penduduk lokal akan pergi ke jalur rel untuk mencari tahu apakah cerita mengenai seekor babun, yang bekerja di persinyalan perkeretaapian, nyata adanya. Banyak orang terheran-heran dengan betapa lancarnya Jack melakukan pekerjaannya.
Namun, pada suatu hari, seorang bangsawan perempuan yang sedang dalam perjalanan ke Port Elizabeth mengamati Jack, yang sedang bekerja dan merasa ngeri, pada bagaimana si babun mengoperasikan persinyalan.
Si bangsawan kemudian memberitahu pejabat perkeretaapian, yang tidak menyadari bahwa asisten si juru sinyal adalah seekor kera.
Pada awalnya, mereka tidak memercayai cerita sang bangsawan sampai manajer sistem kereta api, dan banyak pejabat lain, mengunjungi stasiun. Wide dan asistennya kemudian dipecat.
Wide memohon agar ia tidak kehilangan pekerjaannya, dan sang manajer setuju untuk menguji kemampuan Jack. Seorang masinis kemudian diinstruksikan untuk membunyikan klakson lokomotifnya, yang memberi tanda agar Jack mengoperasikan sinyal yang benar. Jack menjalankan tugasnya dengan sukses.
Sang babun bahkan memperhatikan kondisi sekeliling ke arah kereta, yang bersiap masuk ke stasiun untuk memastikan bahwa tuas yang benar dan sinyal yang tepat telah dioperasikan.
Jack juga berhasil melewati tes bendera. Sehingga, manajer sistem perkeretaapian sangat terkesan dan mengembalikan pekerjaan Wide, bahkan mempekerjakan Jack.
Jadilah, sang babun satu-satunya babun dalam sejarah, yang bekerja di kereta api. Mulai hari itu dan seterusnya, Jack dikenal sebagai Jack si Juru Sinyal. Untuk pekerjaannya, Jack dibayar sebanyak 20 sen seminggu beserta setengah botol bir. Selain itu, dia juga menerima nomor pegawai.
Ketika tinggal di pondok Wide, Jack belajar untuk melakukan pekerjaan lain, misalnya membuang sampah dan menyapu lantai dapur.
Dia juga kemudian dikenal sebagai penjaga yang baik. Tamu tak diundang akan disambut oleh penjaga galak, yang mengertakkan giginya, dan menggeram untuk menakuti tamu yang tak diundang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/jack-babun_20151112_094309.jpg)