Dishutbun Waykanan Imbau Pekebun Gunakan Sistem Tumpang Sari
Dampak dari kemarau panjang yang terjadi, mengakibatkan banyaknya tanaman perkebunan yang mati, seperti tanaman lada, karet, dan kopi.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WAYKANAN - Dampak dari kemarau panjang yang terjadi, mengakibatkan banyaknya tanaman perkebunan yang mati, seperti tanaman lada, karet, dan kopi.
Untuk tanaman lada, mengalami kematian sebesar 80 %, karet seluas 20 %, dan kopi sebanyak 30 %. Sehingga dikuatirkan akan menimbulkan dampak perekonomian di masyarakat.
"Saat ini para petani perkebunan, sangat mengharapkan perhatian dan bantuan dari pemerintah, baik masalah bibit, maupun pupuk, serta permodalan perkebunan,"tegas kepala dinas Kehutanan dan Perkebunan, Leaderwan, Selasa (29/12)
Untuk mengatasi dampak tersebut, menurut Leaderwan, hendaknya dalam musim tanam tahun ini, masyarakat petani perkebunan akan menggalakan sistem tumpang sari, sehingga akan mampu untuk membantu mempertahankan perekonomian masyarakat.
Penanaman pohon ini tidak boleh berhenti disini saja, sebab, penanaman pohon bukan hanya kegiatan serimonial saja, tetapi merupakan kewajiban bagi seluruh umat manusia.
Demikian ditegaskan oleh PJ Bupati Waykanan Albar Hasan Tanjung, saat memberikan arahan di kegiatan Hari menanam pohon Indonesia, dan bulan menanam Nasional, bertempat di Rusunawa, KM 2 Kelurahan Blambangan Umpu, Selasa (29/12).
Hadir dalam kegiatan ini, Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Haris Nasution, Dandim 0427 Waykanan Letkol Edy Prayetno, Kapolres AKBP Harseno, SIK, Ketua Pengadilan Negeri, Sekda Bustam Hadori, Assisten I, Kadis kehutanan Leaderwan, MH.
Penghijauan, lanjut Albar Hasan Tanjung, bukan hanya tanggungjawab dinas perkebunan dan kehutanan, tetapi menjadi tanggungjawab seluruh elemen masyarakat.
"Jangan menunggu perintah dari pemerintah, tetapi mari kita sadarkan diri kita untuk menjaga, merawat, dan menanam pohon, demi lingkungan yang sejuk dan sehat,"kata Albar Hasan Tanjung.
Dimusim penghujan seperti saat ini, masih kata Albar Hasan Tanjung, hijaunya lingkungan yang ada, akan mampu mencegah terjadinya bencana longsor, mengingat setelah kemarau panjang yang lalu, "mari kita giatkan kembali kebiasaan menanam pohon, di diri kita dan lingkungan,"tegasnya. (*/Ang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/tanam-pohon_20151229_151947.jpg)