Warga Senang Naik Travel Gelap Karena Lebih Cepat dan Murah

Meskipun dianggap ilegal, beberapa warga Bandar Lampung ternyata masih suka menggunakan angkutan khusus antar jemput (AKAJ) atau travel gelap.

Penulis: Dewi Anita | Editor: Ridwan Hardiansyah
KOMPAS.com/Yohanes de Britho Neonnub
Ilustrasi: Sejumlah polisi lalu lintas Polres Bandara melakukan razia taksi gelap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (11/8/2014). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dewi Anita

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Meskipun dianggap ilegal, beberapa warga Bandar Lampung ternyata masih suka menggunakan angkutan khusus antar jemput (AKAJ) atau travel gelap.

Warga Rajabasa, Heru (30) menerangkan, ia pernah beberapa kali menggunakan travel gelap dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel).

"Kalau dibilang enaknya, bisa lebih cepat dan juga ongkos lebih murah dari pada travel resmi. Namun dari segi kerugian, suka diturunkan di pinggir jalan, dan tidak sampai alamat tujuan," katanya, Minggu (14/2/2016).

Selain itu, Heru mengatakan, ia tak perlu menunggu lama, di Terminal di Pelabuhan Bakauheni.

"Biasanya, travel resmi itu, sudah lama ngetem-nya, harga juga lebih mahal. Makanya, pakai yang travel gelap saja," imbuhnya.

Meski begitu, Heru mengaku merasa takut jika menggunakan travel gelap. Sebab saat di perjalanan, travel gelap kerap kebut-kebutan.

"Kebanyakan sih, ngebut. Jadi, kadang takut sendiri kalau terjadi kecelakaan. Namun, sudah tiga kali menggunakan jasa tersebut, Alhamdulilah masih terlindungi," pungkasnya.

Serupa dengan Heru, Warga Way Kandis, Lili (26) mengatakan, dirinya kerap menggunakan travel gelap karena lebih murah dan lebih cepat sampai.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved