Setelah Tugas Pilkada 2015 Selesai, Ketua Bawaslu dan Komisioner KPU Ini Jatuh Hati dan Akan Menikah

Atas dasar itu, Komisioner KPU Lampung Barat (Lambar) Radityo Ariadi Nugroho memilih mundur dari jabatannya. Sebab, ia akan mengakhiri masa lajangnya

Penulis: Beni Yulianto | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUN LAMPUNG/BENY YULIANTO
Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriah (Khoir) membawa bekal makan siang di kantor. 

Laporan Repoter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggara Pemilu melarang adanya pernikahan sesama penyelenggara pemilu. Atas dasar itu, Komisioner KPU Lampung Barat (Lambar) Radityo Ariadi Nugroho memilih mundur dari jabatannya. Sebab, ia akan mengakhiri masa lajangnya dengan meminang Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah.

Pernikahan kedua insan tersebut akan berlangsung pada 5 Maret 2016 mendatang di Lampung Timur (Lamtim).

Mundur dari jabatan komisioner KPU Lambar, Radit menerangkan, hal itu merupakan konsekuensi logis dari putusan yang ia ambil.

“Untuk itu (mundur dari KPU) konsekuensi logis, jadi memang kalau menikah sesama penyelenggara tidak boleh, itu ‘insect’. Harus ada salah satu yang mundur. Ini ketika idealisme berhadapan dengan kebutuhan. Saya punya idealisme, saya ingin berkarya, meski hanya di Lambar. Saya ingin berkarya mumpung jadi penyelenggara, siapa tahu indah ada manfaat. Tetapi, saya ada kebutuhan, ingin tenang lahir batin saya,” jelas Radit, Minggu (28/2/2016).

Saat memutuskan mundur, pria yang kerap berpeci hitam itu mengaku ada perang batin.

“Terus terang, ada perang batin luar biasa dari sisi saya pribadi. Antara saya dan Khoir, siapa yang harus mundur. Kalau sama-sama mundur nggak bisa, sama–sama maju juga nggak ketemu. Saya melakukan ijtihad, meminta second opinion. Ya akhirnya 70:30, 70 persen mendukung saya mundur, 30 tidak mendukung,” jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved