Misa untuk Romo Henri di Gereja Katedral Kristus Raja

Kami berdoa bersama semoga Romo Henri dapat dipermudah jalannya dan diterima di sisi Tuhan.

Penulis: Dewi Anita | Editor: Heribertus Sulis
Tribunlampung/Perdi
Uskup Mgr Emeritus Andreas Henrisoesanta SCJ meninggal dan disemayamkan di Gereja Katedral Kristus Raja, Jumat (11/3/2016). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jemaat Gereja Katredal Kristus Raja di Bandar Lampung melakukan misa dan doa bersama atas meninggalnya Uskup Mgr Emeritus Andreas Henrisoesanta SCJ, Jumat (11/3/2016).

Mgr Henri meninggal akibat sakit pernapasan di rumah sakit St. Carolus Jakarta. Menurut Vikaris Jenderal Kesukupan Tanjungkarang, RM Yakobus Hari Prabowo, Romo Henri telah menjalani perawatan di rumah sakit sejak tanggal 26 Februari 2016.

"Uskup meninggal usai melaksanakan perawatan di rumah sakit dan sempat melakukan acara memperingati HUT ke-40 tahbisan episkopal," katanya.

Saat ini para jemaat sedang melakukan misa bersama. Jemaat silih berganti memasuki ruangan untuk melakukan misa.

"Kami berdoa bersama semoga Romo Henri dapat dipermudah jalannya dan diterima di sisi Tuhan," kata dia.

Uskup Mgr Henri diangkat menjadi Keuskupan Tanjungkarang pada 18 April 1979 hingga 6 juli 2012.

"Uskup mengundurkan diri lantaran sudah memasuki masa pensiun pada tanggal 6 Juli 2012," katanya.

Jenazah Uskup Mgr Emeritus Andreas Henrisoesanta SCJ rencananya akan dikebumikan di Pemakaman Katolik Negeri Sakti, Pesawaran pada Minggu (13/3/2016).

"Sekarang jenazah masih disemayamkan di gereja ini dan jemaat akan silih berganti mendoakannya atau melakukan misa," tuturnya.

Nantinya sebelum dimakamkan akan dilaksanakan Misa Requiem oleh jemaat di Gereja Katedral Kristus Raja pukul 11.00 WIB. "Misa Requiem ini dilakukan sebelum pemakaman berlangsung," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved