Hasil Panen Surplus, Mesuji Suplai Gabah Hingga ke Palembang
Khamamik mengatakan, pada 2015 lalu, Kabupaten Mesuji telah berkontribusi sebanyak 207.613 ton gabah kering giling (GKG), dari target 199.736 ton.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji melalui Dinas Pertanian setempat melakukan panen padi perdana, dan gerakan percepatan penanaman padi, di Desa Tebing Karya Mandiri, Mesuji Timur, Kamis (31/3/2016).
Acara tersebut dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Pertanian Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, Bupati Mesuji Khamamik, Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrulloh, Dandim 0426/Tulangbawang Letkol Inf Endar Setyanto, dan Gapoktan se-Kabupaten Mesuji, beserta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Khamamik mengatakan, dari jumlah tanam tahun 2016 seluas 60.407 hektare, periode Oktober-Maret, realisasi mencapai 39.667 hektare, atau sekitar 65 persen dari total target tanam tahun 2016.
Adapun, lahan persawahan Kabupaten Mesuji saat ini mencapai 25.579 hektare, yang tersebar di 38 desa pada 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Rawajitu Utara, Mesuji, dan Mesuji Timur.
"Dari luasan 2.000 hektare, di antaranya merupakan areal sawah baru yang dicetak tahun 2015," ungkap Khamamik, dalam sambutan di acara panen raya.
Khamamik mengatakan, pada 2015 lalu, Kabupaten Mesuji telah berkontribusi sebanyak 207.613 ton gabah kering giling (GKG), dari target 199.736 ton.
"Ini artinya, capaian sebesar 106,12 persen, surplus," katanya.
Kondisi tersebut, Khamamik mengatakan, menjadikan Mesuji sebagai salah satu lumbung beras di Provinsi Lampung, yang menyuplai gabah ke Palembang, Pringsewu, serta Metro, dengan produksi rata-rata per hektare mencapai 9 ton gabah kering panen, atau sekitar 5,8 ton per hektare.