KPK Tangkap Tangan Pejabat
Ahok Diteriaki Maling di Gedung KPK, Inilah Orang-orangnya
Menurut mereka, Ahok sudah banyak melakukan korupsi.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA- Puluhan orang yang membawa bendera dan spanduk bertuliskan "Gerakan Pribumi Indonesia (Geprinso)" dan "Forum Betawi Rempuq (FBR)" mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).
Mereka berunjuk rasa dengan tuntutan meminta KPK menyelidiki Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahajaja Purnama aliah Ahok.
Menurut mereka, Ahok sudah banyak melakukan korupsi.
Unjuk rasa itu dilakukan bersamaan dengan kedatangan Ahok ke KPK untuk memenuhi panggilan guna memberikan keterangan terkait pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI pada akhir tahun 2014.
Para pengunjuk rasa menyebut Ahok sudah melakukan korupsi dalam pembelian lahan RS Sumber Waras.
"Jakarta tidak butuh pemimpin korup seperti Ahok. Karena dia maling yang seharusnya ditangkap. Tangkap Ahok...," teriak seorang pengunjuk rasa. "Tangkap...," jawab anggota unjuk rasa lainnya.
"Ahok maling...," teriak mereka secara berulang-ulang.
Unjuk rasa itu mulai berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB hingga berita ini dilaporkan dari lapangan pada pukul 11.55 WIB.
Para pengunjuk rasa menutup satu lajur ruas Jalan HR Rasuna Said yang menuju arah Mampang. Namun belum ada dampak kemacetan lalu lintas yang terjadi.
Ahok sendiri sudah masuk ke ruangan penyelidikan KPK sejak pukul 09.15 pagi tadi.
BPK Ngaco
Ahok datang ke KPK untuk memberikan keterangan seputar pembelian lahan milik RS Sumber Waras keKPK, Selasa (12/4/2016).
Sebelum masuk ke Gedung KPK, Ahok mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai tidak ada kerugian negara dalam pembelian lahan tersebut seperti yang dinilai oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Sekarang saya ingin tahu, KPK mau tanya apa, orang jelas BPK-nya ngaco begitu kok," ujarnya.
Kasus ini bermula saat Pemprov DKI membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) senilai Rp 800 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2014.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ahok_20160412_130112.jpg)