Di Kuburan Ini, Mayat Cuma Diletakkan di Atas Tanah Tapi Tak Ada Bau yang Tercium

Menurut pemahaman mereka, setiap jasad orang yang sudah meninggal dunia, harus dikembalikan ke bumi, dan dengan cara itulah, menurut mereka, telah

Tayang:
Kompas.com
Pemakaman di Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. 

Pertama Sema Bantas, kuburan itu untuk orang-orang yang meninggal karena bunuh diri, berkelahi, dan penyakit ganas.

Kedua Sema Nguda untuk bayi atau orang dewasa yang belum menikah.

Dan ketiga adalah Sema Wayah, yakni kuburan yang diperuntukkan bagi orang-orang yang meninggal akibat sakit biasa.

Mayat-mayat tersebut tidak menimbulkan bau karena disebabkan oleh pohon Taru Menyan, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat.

Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan itu, hanya tumbuh di daerah ini.

Jadilah, Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

Selain kuburan, di Desa Terunyan juga terdapat beberapa tempat yang menarik.

Satu di antaranya Pura Pancering Jagat yang berarti Pusar Dunia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved