Di Kuburan Ini, Mayat Cuma Diletakkan di Atas Tanah Tapi Tak Ada Bau yang Tercium
Menurut pemahaman mereka, setiap jasad orang yang sudah meninggal dunia, harus dikembalikan ke bumi, dan dengan cara itulah, menurut mereka, telah
Pertama Sema Bantas, kuburan itu untuk orang-orang yang meninggal karena bunuh diri, berkelahi, dan penyakit ganas.
Kedua Sema Nguda untuk bayi atau orang dewasa yang belum menikah.
Dan ketiga adalah Sema Wayah, yakni kuburan yang diperuntukkan bagi orang-orang yang meninggal akibat sakit biasa.
Mayat-mayat tersebut tidak menimbulkan bau karena disebabkan oleh pohon Taru Menyan, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat.
Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan itu, hanya tumbuh di daerah ini.
Jadilah, Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.
Selain kuburan, di Desa Terunyan juga terdapat beberapa tempat yang menarik.
Satu di antaranya Pura Pancering Jagat yang berarti Pusar Dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pemakaman-di-trunyan_20160423_192507.jpg)