Berita Viral
Ternyata Ini Alasan 2 Juri LCC 4 Pilar MPR Tak Kunjung Minta Maaf ke Publik
MPR RI menyebut permintaan maaf lembaga sudah mewakili dua juri LCC Empat Pilar MPR yang viral usai polemik penilaian di Pontianak, Kalbar.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Dua juri kontroversial LCC 4 Pilar MPR RI belum minta maaf langsung ke publik.
- MPR RI menyebut permintaan maaf lembaga sudah mewakili juri.
- Polemik muncul usai jawaban siswa SMAN 1 Pontianak dinilai salah.
- Jawaban serupa dari regu lain justru dianggap benar.
- Kasus viral dan memicu kritik soal objektivitas penjurian.
Tribunlampung.co.id, Jakarta - Permintaan maaf dari lembaga MPR RI rupanya menjadi alasan utama dua juri kontroversial Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tak kunjung muncul ke publik untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.
Dua juri yang menjadi sorotan itu adalah Dyastasita W.B selaku Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI dan Indri Wahyuni yang menjabat Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.
Hingga Rabu (13/5/2026), keduanya belum memberikan pernyataan langsung terkait polemik penilaian yang viral usai final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat di Pontianak.
Sekretaris Jenderal MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa permintaan maaf yang sebelumnya telah disampaikan pimpinan MPR dan kesekretariatan sudah dianggap mewakili seluruh unsur penyelenggara, termasuk para juri.
“Kelembagaan MPR kan sudah disampaikan oleh Pak Sekjen selaku pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf,” kata Muzani saat memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026), dilansir Tribunnews.com.
Baca juga: Nasib Mujur Ocha, Disalahkan Juri LCC 4 Pilar MPR, Kini Ditawari Beasiswa ke Tiongkok
Menurutnya, karena LCC Empat Pilar merupakan kegiatan resmi lembaga, maka tanggung jawab dan permintaan maaf juga disampaikan secara institusional, bukan personal.
“Dan itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri karena ini kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang per orang,” ujarnya.
Pernyataan senada juga disampaikan Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah.
Ia menyebut dewan juri dalam lomba tersebut merupakan bagian dari unsur Kesetjenan MPR RI, sehingga permintaan maaf resmi yang sudah dirilis sebelumnya otomatis turut mewakili para juri.
“Seperti rilis yang sudah disampaikan beberapa hari yang lalu itu permohonan maaf dari kesekretariatan yang dalam arti kata saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut,” kata Siti.
Kronologis Polemik
Polemik sendiri bermula saat final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).
Dalam babak rebutan, Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Regu C.
Namun jawaban tersebut justru dinyatakan salah dan diberi pengurangan nilai lima poin oleh juri.
Tak lama kemudian, Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai publik identik.
| Bocah 15 Tahun Dijual Rp350 Ribu ke Pria Hidung Belang, Tersangka Ambil Rp200 Ribu |
|
|---|
| Satu Keluarga Tewas Terjebak Asap saat Rumah Terbakar di Tanjung Priok, 2 ART Selamat |
|
|---|
| Juri dan MC LCC 4 Pilar MPR Digugat, Kini Didesak Dipecat |
|
|---|
| Mobil MBG Seruduk Lapak PKL, Pedagang Tahu Tewas Usai Sempat Koma |
|
|---|
| Dukun Palsu Hamili Wanita yang Mendambakan Anak, Ejek Suaminya: Anakmu Mirip Aku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ternyata-Ini-Alasan-2-Juri-LCC-4-Pilar-MPR-Tak-Kunjung-Minta-Maaf-ke-Publik.jpg)