Bahayanya Sit-up bagi Tubuh Anda
Apakah sit-up memberi perut six-pack atau apakah perut rata lebih karena diet dan olahraga secara umum, dan bukan satu rutin khusus?
Bisa jadi hasil-hasil ini menunjukkan hasil ekstrem yang mungkin terjadi jika Anda melakukan sit-up terus-menerus selama berjam-jam, tapi di kehidupan nyata, tentu sebagian besar orang tak akan terluka saat melakukan satu rangkaian yang terdiri dari 15 kali sit-up.
Tetapi, kecelakaan bisa terjadi. Penelitian yang diterbitkan pada 2005 terhadap tentara yang ditempatkan di markas militer AS, Fort Bragg, menyebut bahwa 56% cedera yang muncul saat Tes Kebugaran Fisik Militer berasal dari sit-up.
Beberapa orang cenderung lebih sensitif terhadap masalah punggung akibat sit-up dibanding penyebab lain.
Bisa saja kita melakukan 30 sit-up sehari selama berpuluh-puluh tahun dan tidak mengalami cedera sedikitpun, atau kita bisa mengalami cedera, dan sulit untuk mengetahui kita masuk ke kategori mana. Masalahnya bisa berakar pada gen kita.
Menurut satu penelitian, bukan soal frekuensi melakukan sit-up yang menimbulkan kesulitan, tapi faktor genetik yang menjadi penyebab tiga perempat perbedaan antara orang-orang yang mengalami masalah punggung dan mereka yang baik-baik saja.
Penelitian Tulang Belakang Orang Kembar memantau pasangan kembar di Finlandia, Kanada dan AS sejak 1991.
Peneliti menemukan bahwa faktor genetik memainkan peran besar dalam penurunan fungsi cakram di punggung mereka. Bahkan saat salah satu dari si kembar punya pekerjaan mengangkat beban berat, sementara yang lainnya melakukan kerja kantoran, frekuensi mereka mengalami sakit punggung kurang lebih sama.
Jadi sit-up mungkin menyebabkan sakit punggung, tapi hanya pada beberapa orang. Dan ini adalah alasan yang tepat untuk tak melakukan sit-up.
Tapi bagaimana jika Anda ingin perut berotot, adakah cara untuk mengurangi risikonya?
Profesor Stuart McGill merekomendasikan agar Anda menyelipkan tangan di pinggang bawah untuk mencegah agar punggung rata dengan lantai.
Langkah ini bisa mengurangi tekanan di punggung. Tekuk satu lutut dan panjangkan lutut satunya. Lalu angkat sedikit kepala dan bahu dari lantai.
Katanya, bayangkan kepala Anda bersandar di timbangan badan dan kepala Anda angkat agar angka di timbangan menunjukkan nol.
Latihan ini dia gambarkan secara mendetail di bukunya, Back Mechanic.
Dalam tinjauannya di penelitian sit-up, Bret Contreras dari Auckland University of Technology di Selandia Baru menyarankan untuk membatasi melakukan latihan tulang belakang hanya 60 kali per sesi, awalnya dengan 15 lalu meningkat secara perlahan.
Selain itu, setelah kita berbaring semalaman atau duduk untuk waktu lama, akan lebih sulit melakukan sit-up sehingga meningkatkan risiko cedera.
Maka jangan langsung melakukan sit-up setelah kita duduk seharian di kursi atau langsung melakukannya saat bangun tidur. (BBC)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sit-up_20160511_164233.jpg)