Jelang Puasa Jumlah Pendaki di Gunung Merapi Meningkat 50 Persen

"Jumlah pengunjung yang akan menikmati keindahan panorama pegunungan di puncak Merapi pekan ini, mencapai sekitar 300 orang"

Kompas.com/Ika Fitriana
Asap membubung di semak belukar di Taman Nasional Gunung Merapi Blok Koci Desa Ngargomulyo Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Senin (2/11/2015) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BOYOLALI - Pendaki dari berbagai daerah di Pulau Jawa melakukan mendakian ke Puncak Gunung Merapi melalui jalur Desa Lencoh Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, jelang puasa ini, diperkirakan meningkat sekitar 50 persen.

"Jumlah pengunjung yang akan menikmati keindahan panorama pegunungan di puncak Merapi pekan ini, mencapai sekitar 300 orang atau naik sekitar 50 persen dibanding pekan sebelumnya," kata Samsuri (44) petugas jaga retribusi pendakian dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), di Desa Lencoh Boyolali, Sabtu.

Samsuri mengatakan jumlah pendaki yang sudah melakukan pendakian ke puncak Merapi Sabtu ini, sekitar 150 orang lebih, dan hingga Minggu (29/5), diperkirakan terus bertambah hingga 300 orang lebih.

Para pendaki biasanya yang masih menunggu di base camp Dukuh Plalangan Lencoh berangkat melakukan pendakian sekitar pukul 00.00 WIB, dan mereka memperkirakan sampai di puncak kawasan Pasar Bubrah sekitar pukul 04.00 WIB hingga 05.00 WIB.

"Para pendaki istirahat sambil menunggu indahnya pemandangan terbitnya matahari dari tempat ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut atau kawasan Pasar Bubrah atau di bawah puncak Merapi," katanya.

Menurut dia, ketinggian puncak Merapi yang dikenal salah satu gunung teraktif di dunia ini, sekitar 3.913 meter di atas permukaan air laut. Jadi jika dari Pasar Bubrah menuju puncak berjalan membutuhkan sekitar satu jam.

"Namun, pendaki dilarang sampai ke puncak. Mereka hanya diizinkan sampai ke lokasi Pasar Bubrah saja, karena berbahaya," katanya.

Menurut dia, para pendaki tersebut datang dari Yogyakarta, Magelang, Solo, Bandung, Bogor, Kediri, dan Lamongan Jatim. Sebagian pendaki sudah melakukan pendakian, sedangkan lainnya diperkirakan berangkat Sabtu malam hingga Minggu (29/5) dini hari.

Dia mengatakan jumlah pendaki Merapi diperkirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan saat ada lomba "Kebut Gunung" digelar pada tanggal 6-7 Juni mendatang.

"Kami perkirakan jumlah pendaki bisa mencapai 1.000 orang yang ikut lomba dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-169 Kabupaten Boyolali, dan menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia," katanya.

Kegiatan lomba tersebut, kata dia, diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk meningkatkan pariwisata dan perekonomian masyarakat lereng Merapi.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau pendaki untuk membawa perlengkapan pendakian termasuk jas hujan, dan bekal secukupnya. Kondisi cuaca di puncak Merapi saat panas dan mendung, sehingga diperkirakan bisa turun hujan sewaktu-waktu.

Selain itu, pendaki yang akan melakukan pendakian juga diimbau mendaftarkan diri identitasnya di Pos penjagaan, sehingga untuk memudahkan petugas jaga atau SAR untuk membantu mereka jika dibutuhkan pertolongan.

Menurut dia, pendaki yang melakukan pendakian akan didata terlebih dahulu dan dikenakan biaya retribusi Rp16.000 per orang pada hari kerja, sedangkan pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu Rp18.500 per orang.

Editor: Reny Fitriani
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved