Mayat di OKU Timur Dipastikan M Pansor
Kapolda Lampung: Motif Anggota DPRD yang Diduga Tewas Dimutilasi Terkait Piutang dan Wanita
Motifnya (hilangnya Pansor) persoalan utang piutang dan perempuan. Itu sedang kita dalami dan kembangkan.
BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Polda Sumetara Utara telah menerima hasil uji sampel DNA dari Mabes Polri terkait mayat mutilasi yang ditemukan di OKU Timur.
Polisi telah memastikan bahwa DNA mayat itu cocok dengan DNA anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor yang dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Meski hingga kini penyebab kematian M Pansor belum terungkap, Polda Sumsel bekerja sama dengan Polda Lampung terus melakukan penyelidikan dan mencari tahu sebab penemuan mayat yang diduga dimutilasi.
Jika benar jasad M Pansor dimutilasi, tak sekadar motif dan penyebab kematian saja yang kini menjadi PR bagi polisi. Pelaku yang menyebabkan kematian M Pansor juga harus diseret ke meja hijau.
Beberapa waktu lalu, saat berkunjung ke kantor Tribun Lampung pada Sabtu (14/5), Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin mengatakan, misteri hilangnya Muhammad Pansor, kian menemui titik terang.
Hasil penyelidikan sementara kepolisian, motif hilangnya M Pansor terkait persoalan utang dan wanita.
Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin mengatakan, petugas terus mendalami keterkaitan hilangnya Pansor dan adanya penemuan potongan tubuh di Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan.
Pansor dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 15 April lalu. Di laporan itu disebutkan bahwa sebelum hilang, Pansor sempat pamitan untuk mengikuti rapat PDIP di Jakarta.
Sekitar dua pekan kemudian, atau Rabu (4/5) pekan lalu, warga OKU Timur digegerkan penemuan potongan tubuh berupa sepasang kaki, kepala, dan tulang belulang. Di kaki bagian kanan mayat itu, terdapat luka bakar.
Hasil otopsi Dokkes Polda Sumsel, potongan kepala dan sepasang kaki manusia itu diduga dimutilasi menggunakan senjata tajam berupa parang.
Ada dugaan potongan tubuh itu adalah Pansor, yang dilaporkan hilang pada 15 April. Keluarga Pansor lalu mengecek potongan tubuh tersebut, namun kesulitan karena wajahnya sudah tidak bisa dikenali. Untuk memastikan identitas mayat itu adalah Pansor, polisi melakukan tes DNA terhadap mayat tersebut dan keluarga Pansor.
Dugaan sementara terkait motif hilangnya Pansor, kata Kapolda, adalah utang piutang dan perempuan.
"Motifnya (hilangnya Pansor) persoalan utang piutang dan perempuan. Itu sedang kita dalami dan kembangkan. Namun, semuanya tetap harus menunggu hasil resmi tes DNA dari Mabes Polri," kata Kapolda, di kantor Tribun, Sabtu (14/5).
Menurut Dang Ike, sapaan akrab Ike Edwin, berdasarkan hasil penyelidikan sementara hanya dua motif itu yang diketahui. Sedangkan motif mengenai persoalan Pansor dalam dunia politik atau pemerintahan, tidak sampai berakibat terjadinya pembunuhan.
Kendati demikian, Dang Ike belum bisa menyampaikan secara rinci mengenai misteri hilangnya politisi PDIP tersebut. Termasuk hasil pendalaman kasus yang mengarah kepada calon tersangka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mutilasi-oku-timur_20160530_133126.jpg)