Ramadan 2016

Pemantauan Hilal di Desa Canti Gunakan Dua Teropong

Tim Badan Hisab dan Rukyat Kantor Kementerian Agama wilayah Provinsi Lampung menggelar pengamatan hilal untuk menentukan hari pertama Ramadan

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni

Laporan wartawan tribunlampu g dedi sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Tim Badan Hisab dan Rukyat Kantor Kementerian Agama wilayah Provinsi Lampung menggelar pengamatan hilal untuk menentukan hari pertama Ramadan 1437 H. Pengamatan berlangsung  di pos pengamatan observatorium  Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Minggu (5/6).

Pemantauan hilal menggunakan dua teropong. Pertama pengamatan dengan teropong robotik Vixen yang bisa disetel secara digital untuk menentukan titik kordinat pemantauan. Tujuannya agar pemantauan tepat pada posisi pergeseran bulan dan matahari. Adapun teropong kedua menggunakan teropong teodolik.

Ketua Tim Teknis Pemantauan Hilal, Said Jamhari mengatakan ijtima’ atau konjungsi antara bulan dan matahari terjadi pada sekitar pukul 10.00 wib. Sedangkan saat pengamatan terjadi matahari terbenam pada pukul 17.51 wib, dengan ketinggian bulan 4 derajat 5 menit di sebelah selatan matahari.

“Untuk pengamatan dilakukan sejak pukul 17.51 wib hingga pukul 18.07 wib. Di pos observatorium Canti tidak bisa melihat hilal. Karena terhalang dengan awan yang cukup tebal,” ungkapnya.

Lebih lanjut Said Jamhari mengatakan menurut para ahli astronomi ketinggian bulan 4 derajat cukup sulit untuk bisa diamati. Tetapi, kata dia, di Indonesia pernah teramati hilal dengan ketinggian 2 dan 3 derajat.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, berdasarkan kesepakatan menteri-menteri agama beberapa negara di kawasan ASEAN, sebagai syarat perhitungan hilal dianggap bulan baru jika telah melebihi 2 derajat ketinggiannya.(dedi/tribunlampung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved