Ramadan 2016
Pengeluaran Boros Saat Ramadan? Ini Strategi Mengatur Uang di Bulan Puasa
Mungkin uang yang ada adalah uang dari THR dan tunjangan lainnya, namun mengapa gaji Anda sendiri tidak bersisa.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Saat menjelang bulan Ramadan, Anda biasa pergi ke pusat perbelanjaan, di sana Anda akan melihat ada banyak produk baru, yang tentunya cukup menyita perhatian. Tidak hanya produk fesyen, tapi produk kebutuhan sehari-hari juga banyak ditawarkan pada saat seperti itu.
Tanpa sadar, terkadang Anda membeli beberapa produk tertentu, yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Akibatnya, saat masih di pertengahan bulan, rupanya kebutuhan yang belum terpenuhi masih sangat banyak, tetapi bujet sudah semakin menipis.
Mungkin uang yang ada adalah uang dari THR dan tunjangan lainnya, namun mengapa gaji Anda sendiri tidak bersisa.
Menjelang bulan Ramadan dan hari raya, sebenarnya pengeluaran akan lebih banyak dibandingkan bulan-bulan biasa. Selain harga yang juga sedang merangkak naik, keperluan akan produk-produk tertentu diperlukan dalam jumlah banyak.
Belum lagi mempersiapkan bujet untuk sekadar menjalankan tradisi membeli baju baru, dan juga memberikan hadiah Lebaran untuk keluarga besar tercinta.
Anda perlu melakukan pengaturan keuangan untuk terpenuhinya berbagai keperluan, saat Ramadan dan hari raya nanti.
Bagaimana cara untuk mengatur uang saat bulan Ramadan? Berikut ulasannya:
1. Hindari Belanja di Bazar
Menjelang Ramadan dan mendekati hari raya nanti, di setiap mal biasanya ada banyak bazar dengan penawaran menarik, terutama produk fesyen dengan diskon yang cukup tinggi. Para wanita biasanya sangat suka melihat-lihat produk fesyen dengan label diskon.
Saat produknya ternyata bagus dan sesuai dengan keinginannya, maka produk itu akan dibeli. Tidak berhenti sampai di situ, bazar juga menyediakan produk pendukung lainnya, seperti aksesori, tas, dan sepatu.
Sebaiknya, Anda berbelanja di bazar seperlunya saja. Batasi pengeluaran karena akan banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi.
2. Membeli Terlalu Banyak Makanan
Di Indonesia, sepertinya sudah menjadi tradisi bahwa menjelang Ramadan dan juga hari raya, sebagian besar orang membeli banyak makanan, dengan alasan agar saat Lebaran nanti, tidak kekurangan makanan karena akan banyak sanak saudara yang berdatangan.
Hal itu tentunya membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit. Membeli kue-kue dengan berbagai macam kue, ditambah makanan dan minuman lainnya. Jika bujet Anda sekiranya tidak mencukupi untuk memenuhi tradisi tersebut, Anda cukup membeli kue dan makanan lainnya sewajarnya.
3. Berganti-Ganti Menu Masakan Setiap Hari
Saat bulan Ramadan, kita harus melakukan makan sahur dan berbuka dengan menu yang sedikit lebih istimewa, dalam jumlah yang cukup banyak. Biasanya, saat di luar bulan Ramadan, mungkin tidak semua anggota keluarga kita bisa makan di rumah.
Berbeda dengan saat Ramadan, hampir sebagian besar memiliki waktu untuk makan sahur dan berbuka puasa di rumah. Setiap harinya, tentu perlu masakan yang berbeda-beda agar tidak bosan, dan juga tetap semangat menjalani puasa.
Walaupun begitu, hal tersebut tidaklah diwajibkan. Anda cukup menyajikan menu masakan yang berbeda maksimal dua jenis masakan saja. Hal tersebut sebagai cara untuk berhemat selama bulan Ramadan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/takjil_20160611_184347.jpg)