BRIsat Tertunda Meluncur karena Cuaca Buruk, Karyawan BRI di Bandar Lampung Kecewa
Perasaan kecewa tidak bisa disembunyikan ratusan karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang menjalani nonton bareng peluncuran satelit BRIsat
Penulis: heru prasetyo | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Heru Prasetyo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perasaan kecewa tidak bisa disembunyikan ratusan karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang menjalani nonton bareng peluncuran satelit BRIsat di Kantor Wilayah BRI Bandar Lampung, Sabtu (18/6) dini hari. Momen yang kelak menjadi tonggak sejarah bank pelat merah tersebut terpaksa harus ditunda karena kendala cuaca buruk.
Mulanya, aura positif dan kebahagian jelas terlihat di antara para peserta nonton bareng karyawan BRI yang terdiri dari Kantor Cabang BRI Tanjungkarang, Kantor Cabang BRI Telukbetug, dan Kantor Wilayah BRI Bandar Lampung. Bagaimana tidak, jika satelit BRIsat reami diluncurkan, artinya BRI resmi menjadi bank pertama yang memiliki dan mengelola satelit sendiri di dunia.
Bukan itu saja, kegembiraan hadir karena peserta nobar juga diberi kesempatan untuk meraih doorprize yang disediakan panitia. Mulai dari kulkas dua pintu, televiai, handphone dan banyak lagi hadiah lainnya dibagikan.
Inspektur Kantor Wilayh Bandar Lampung Slamet Sugiarto mengatakan, kesempatan nobar adalah momen bersejarah. Momen yang membawa BRI ke era baru dunia perbankan.
"Kita bersyukur bisa dipertemukan disini, di gedung baru Kanwil Bandar Lampung. Semoga dengan peluncuran satelit ini akan menjadi tonggak perubahan BRI untuk terus melayani negeri," ujarny pada sesi sambutan.
Selepas sambutan, peserta yang memadati aula lantai tiga gedung Kanwil BRI Bandar Lampung segera memosisikan diri memandang layar proyektor yang menyiarkan detik-detik peluncuran BRIsat dari Kourou, French Guiana, Amerika selatan.
Sayangnya, siaran yang dimulai pukul 3.30 itu memberikan kabar penundaan peluncuran BRIsat hingha satu jam. Cuaca buruk memaksa prosea peluncuran ditunda.
"Sabar. Semua harus diperhitungkan dengan matang. Arianespace memiliki perhitungan dan pengalaman yang cukup matang untuk urusan ini," kata Slamet.
Hingga disini karyawan dan juga peserta nobar belum menunjukkan raut kecewa. Mereka masih berpikir, setelah ditunda, BRIsat akan melesat ke angkasa.
Namun hatapan itu pupus kala Zelda Savitri penyiar televisi swasta yang menyiarkan proses peluncuran mengabarkan Arianespace menunda hingga satu hari peluncuran satekit itu.
Barulah kekecewaan mulai nampak. Raut sedih bercampur wajah menahan kantuk mulai bermunculan. "Ditunda sehari. Bearti besok nobar lagi," celetuk seorang karyawan.
Alhasil nobar ini pun bubar jalan setelah karyawan melakukan santap sahur dan salat subuh berjamaah. Walau tidak sedikit karyawan yang akhirnya terus pulang menerabas hujan yang mengguyur subuh hari.
"Pulang, lanjut tidur. Ngantuk. Kalau enggak pulang bakal lama," tutur pegawai senior yang ditemui Tribun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/nobar-brisat_20160618_182004.jpg)