(VIDEO) Larac: Kualitas Tato Karya Seniman Lampung Tak Kalah dengan Bandung
Bagi sebagian orang, merajah tubuh merupakan sesuatu yang tabu. Betapa tidak.
Penulis: Yoga Noldy Perdana | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Bagi sebagian orang, merajah tubuh merupakan sesuatu yang tabu. Betapa tidak.
Mereka rela melukai tubuhnya demi mendapatkan gambar yang biasanya menjadi simbol kebanggaan, kecintaan, dan lainnya.
Namun, tidak selamanya tato selalu identik dengan hal-hal yang berbau negatif. Bagi Lampung Artist Rajah Club (Larac), tato merupakan sebuah seni.
Saat menyambangi sekretariat Larac di Binban Tattoo Studio yang berada di bilangan Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Tribun Lampung bertemu dengan Nung. Dia adalah salah seorang seniman tato yang juga penasihat di Larac.
Nung mengatakan, Larac didirikan pada 2012 lalu. Larac menjadi wadah bagi para seniman atau pembuat tato yang ada di Lampung.
"Di Larac, seniman-seniman ini kita kumpulkan dan kita edukasi bagaimana cara membuat seni tato yang sesuai dengan SOP (standard operational procedure)," kata Nung, Selasa (12/7).
Larac juga memiliki cabang atau chapter di berbagai daerah di Lampung, seperti Chapter Pringsewu, Lampung Tengah, Tulangbawang, Metro, Kalianda, dan Bandar Lampung.
"Kami ingin memasyarakatkan kepada khalayak bahwa tato merupakan sebuah karya seni, dan bukan penggambaran sebagai sesuatu yang negatif," jelas dia.
Nung menambahkan, Larac ingin membangun image bahwa kualitas tato karya seniman Lampung tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya, seperti Bandung dan Denpasar. (*)