ADVERTORIAL

Kerbau Liar Masih Jadi Momok Bagi Gajah di TNWK Lampung Timur

Bahkan, Festival Way Kambas yang akan digelar Oktober 2016 nanti, akan dihadiri sejumlah menteri dan anggota DPR. Dalam helat Festival Way Kambas

Kerbau Liar Masih Jadi Momok Bagi Gajah di TNWK Lampung Timur
Ist
Kepala Balai TNWK, Subakir bersama Pemda Lampung Timur yang diwakili Asisten II, Junaidi, melihat segerombolan kerbau liar di hutan TNWK, yang berbatasan dengan Desa Brajaharjosari, Kecamatan Brajaselebah, Lampung Timur. Kamis (25/8/2016). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SUKADANA - Kerbau yang berada di hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), masih menjadi momok bagi keberadaan gajah liar di TNWK. Hal itu disampaikan Kepala Balai TNWK, Subakir saat berkunjung ke desa penyangga hutan, yaitu di Desa Brajaharjosari, Kecamatan Brajaselebah, Lampung Timur (Lamtim), Kamis (25/8/2016).

Saat berkunjung di desa penyangga, pihak TNWK didampingi LSM WCS juga diikuti pejabat Pemkab Lamtim, yang diwakili Asisten II, Junaidi.

Menurut Subakir, ratusan kerbau yang masih berkeliaran di hutan TNWK, sebaiknya dikeluarkan sebelum berkembang biak di dalam hutan. Sebab, kerbau merupakan faktor penyebar penyakit, yang bisa membuat gajah-gajah terjangkit penyakit, yang disebabkan virus dari kotoran kerbau.

"Kami dan WCS akan segera memberikan surat kepada kepala Desa Brajaharjosari," kata Subakir.

Dengan tujuan, kepala Desa Brajaharjosari menginstruksikan kepada warga yang merasa memiliki ternak kerbau, yang ada di kawasan hutan TNWK, secepatnya dikeluarkan.
"Informasinya dulu memang pernah mencapai ribuan kerbau di hutan, namun sudah berkurang banyak, setelah dilakukan operasi dengan cara ditembak di tempat," kata Subakir.

Selain itu, Subakir mengajak pejabat Pemda Lamtim turun ke kawasan (desa penyangga) yang dianggap rawan dengan konflik, antara gajah dan petani, seperti di Desa Brajaharjosari.

"Tujuan kami bersama pemda turun ke sini, untuk mencari solusi bagaimana menanggulangi konflik gajah dan petani," kata Subakir.

Sementara itu, Asisten II Kabupaten Lampung Timur Junaidi mengatakan, sejak dulu, Pemkab Lamtim terus mendukung TNWK dalam mengantisipasi konflik gajah. Hal itu terbukti sejak 2008 hingga saat ini, dana yang dikucurkan dari Pemkab untuk TNWK senilai Rp 6,2 miliar. Dana tersebut diperuntukkan pembangunan kanal yang ada di Desa Brajayekti, Kecamatan Brajaselebah.

Dan juga, Junaidi mengatakan, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim sangat mendukung lokasi lokasi wisata di Lampung Timur. Kata Junaidi, dari 11 titik, lokasi wisata yang paling diprioritaskan, yaitu Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Bahkan, Festival Way Kambas yang akan digelar Oktober 2016 nanti, akan dihadiri sejumlah menteri dan anggota DPR. Dalam helat Festival Way Kambas nanti, sejumlah hiburan yang disuguhkan, antara lain pawai gajah sebanyak 30 ekor yang dihias sedemikian rupa, gastrek sepeda motor, hiburan artis ibu kota, dan beberapa atraksi gajah. Agenda akan dipusatkan di Pusat Konservasi Gajah (PKG).

"Itu yang kami rumuskan untuk menghibur tamu," kata Junaidi.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved