Disnak Akan Awasi Penjualan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan, Cecep Khairudin mengatakan meski untuk sapi betina tidak untuk menjadi hewan kurban.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan, Cecep Khairudin mengatakan meski untuk sapi betina tidak untuk menjadi hewan kurban. Tapi pihaknya tetap akan mengawasi kemungkinan ikut terjualnya ternak sapi indukan produktif saat momen kurban. Mengingat harga sapi yang meningkat dapat saja membuat petani peternak tergiur menjual ternaknya.
“Kita tetap akan awasi. Memang untuk menjadi hewan kurban tidak. Tapi bisa untuk kebutuhan biasa. Dengan momen musim kurban dimana harga sapi tinggi, mungkin saja sapi indukan produktif ikut terjual,” ujar Cecep, selasa (30/8)
Kebutuhan akan hewan kurban di kabupaten Lampung Selatan pada idul adha 1434 H mendatang diperkirakan akan kembali meningkat. Setidaknya dalam dua tahun terakhir kebutuhan hewan kurban khusus untuk ternak sapi mencapai sekitar 1.000 ekor.
“Untuk di Lampung Selatan kebutuhan hewan kurban untuk sapi mencapai 1.000 ekor dan kambing 2.500 ekor. Itu yang dipotong di wilayah Lampung Selatan,” kata Cecep.
Ia mengatakan saat ini untuk stok ternak sapi di kabupaten Lampung Selatan saat ini mencapai 1.500 sampai dengan 2.000 ekor. Sedangkan untuk ternak kambing ada sekitar 5.000 ekor.
Kemungkinan akan adanya peningkatan kebutuhan hewan kurban pada tahun ini, kata dia, bisa saja ada. Tapi ia memprediksi peningkatannya tidak akan terlalu signifikan.(dedi/tribunlampung)