Headline News Hari Ini

Polisi Sita 22 Motor dari Begal Jabung, Dua Tersangka Ditembak Mati

Komplotan ini selalu membawa senjata api rakitan dan senjata tajam setiap beraksi.

Penulis: wakos reza gautama | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Lampung
Tim gabungan Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, dan Polres Lampung Timur menggerebek sarang begal di Jabung. 

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Tim gabungan Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, dan Polres Lampung Timur menembak mati dua tersangka begal saat penggerebekan di Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Minggu (4/9).

Dua tersangka begal yang tewas karena tertembus peluru polisi adalah Hamdan (30) dan Angga Saputra (21). Selain kedua tersangka, polisi menangkap Ahmad Yusuf (29), Ahmad Basri (26), Dedi Kurniawan (25), Edi Antoni (28), Efendi Gunawan (24), dan Alpian (23).

"Kedua tersangka kami tembak karena melakukan perlawanan dengan menembak polisi," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Juni Duarsyah saat ekspose di Polresta Bandar Lampung, Senin (5/9).

Dari penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti berupa 22 unit sepeda motor, dua pucuk senjata api rakitan, tiga butir amunisi, 24 plat kendaraan bermotor, dan beberapa bilah senjata tajam.

Juni mengatakan, komplotan begal asal Lampung Timur yang ditangkap tersebut sudah malang melintang di dunia kejahatan. Ia mengutarakan, komplotan ini tidak hanya beraksi di Lampung.

"Mereka ini pelaku lintas provinsi. Mereka biasa beraksi di Jakarta, Tangerang," ujar Juni.

Untuk di Lampung, tutur dia, kelompok ini banyak beraksi di Bandar Lampung. Juni menuturkan, komplotan ini selalu membawa senjata api rakitan dan senjata tajam setiap beraksi. "Mereka tidak segan-segan melukai korban yang melawan," ucapnya.

Adapun modusnya, papar Juni, mengincar sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan. "Modus lainnya adalah mengadang korban di tempat sepi dengan mengancam menggunakan senjata api rakitan dan senjata tajam. Mereka lalu merampas sepeda motor korban," tutur Juni. 

Datangi Markas Polisi

Beberapa korban pencurian sepeda motor mendatangi markas Polresta Bandar Lampung, Senin (5/9). Kedatangan mereka hendak mengecek sepeda motor curian yang disita polisi dari komplotan begal di Lampung Timur.

Salah satunya adalah Abdul Kadir (48). Warga Desa Bojong, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur ini mengecek keberadaan motor anaknya yang hilang dicuri beberapa hari lalu. "Plat motor anak saya jadi barang bukti. Motornya lagi cek," ujar Kadir.

Kadir menceritakan, motor anaknya hilang saat diparkir di sebuah butik di daerah Rajabasa. Selain Kadir, keluarga korban yang juga datang adalah Erwin Saputra. Setelah mengecek barang bukti sepeda motor, Erwin mengenali salah satu motor sebagai motor kakaknya yang hilang.

"Ini seperti motor kakak saya. Saya ciren dengan tanda bunga ini," ucap dia. Erwin mengatakan, motor kakaknya hilang saat di parkir di halaman kantor Partai Perindo di daerah Pahoman, sekitar dua bulan lalu.

Bagi korban pencurian sepeda motor, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya meminta untuk datang ke polresta mengecek keberadaan motornya. "Syaratnya bawa surat laporan kehilangan, STNK, dan BPKB," kata dia.

Pengembangan Kasus Brigadir Rifki

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved