Berita Lampung

Hadapi El Nino Godzilla, DPRD Lampung Akan Panggil Dinas Ketahanan Pangan

Komisi II DPRD Lampung akan membahas dampak dan langkah antisipasi fenomena El Nino Godzilla bersama Dinas Ketahanan Pangan.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
ANTISIPASI - Anggota Komisi II DPRD Lampung Fauzi Heri menyebut El Nino Godzilla harus diantipasi dengan persiapan yang baik. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Komisi II DPRD Lampung akan membahas dampak dan langkah antisipasi fenomena El Nino Godzilla bersama Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung

Anggota Komisi II DPRD Lampung Fauzi Heri mengatakan, semua pihak harus menyiapkan langkah antisipasi guna menghadapi ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino Godzilla yang diprediksi terjadi pada pertengahan 2026. 

Fenomena yang disebut sebagai Gozilla Ini diprediksi memicu kekeringan ekstrem yang dapat melumpuhkan sektor pertanian di wilayah Bumi Ruwa Jurai.

"Kami sudah menjadwalkan akan memanggil Dinas Pertanian Provinsi Lampung pada Senin, 20 April mendatang, untuk membahas langkah mitigasi El Nino Godzilla ini," kata Fauzi Heri, Senin (13/4/2026).

Fauzi mengungkapkan, berdasarkan prediksi BPBD dan BMKG, Lampung merupakan salah satu zona merah yang terancam kekeringan hebat.

"Ini bencana yang sudah terprediksi, disebut-sebut Gozilla karena potensi kekeringannya luar biasa," tuturnya.

"Sebagai daerah agraris, seluruh pihak terutama petani harus mulai melakukan penghematan sumber daya air," lanjut Fauzi.

Ia mengingatkan bahwa jika resapan air mengering, sumur bor hingga debit air di waduk-waduk besar juga akan terdampak signifikan.

Dalam upayanya menjaga produktivitas, komisi II mendorong adanya pendekatan keilmuan dalam menghadapi lahan kering. 

Fauzi menekankan pentingnya penggunaan bibit tanaman yang tahan terhadap minim pasokan air.

Dinas Pertanian diminta menyiapkan bibit jagung atau padi varietas khusus yang mampu tumbuh di lahan dengan tingkat keasaman tertentu dan minim air.

"Tentu penggunaan bibit yang bagus juga perlu dilakukan, karena bibit itu kan ada kategorinya, seperti padi ada yang tahan dengan air yang lebih minim ada juga yang harus butuh air banyak," imbuhnya.

Terkait kesiapan infrastruktur, Fauzi mengakui sumur bor sudah banyak tersedia, namun kendala utama ada pada biaya listrik/genset yang tinggi.

"Sebenarnya alat pertanian itu sudah ada, tapi masalahnya adalah kelistrikan, sehingga saat ini sudah ada MoU dengan PLN agar listrik bisa masuk ke wilayah pertanian guna menekan biaya operasional petani," lanjutnya.

Politisi Gerindra ini meminta Dinas Pertanian melakukan pemetaan struktur tanah di wilayah-wilayah yang masuk zona merah kekeringan. 

Hal ini penting agar petani mendapatkan panduan apakah harus melakukan percepatan masa tanam atau mengganti komoditas (alih tanam) ke tanaman yang lebih tahan kering.

"Senin tanggal 20 April kami panggil Dinas Pertanian. Kita akan bahas semua, mulai dari prediksi cuaca hingga strategi menjaga produktivitas hasil pertanian agar tidak anjlok," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved