Berita Lampung
Kejelian Satpam Dengar Suara Teriakan Histeris, Ternyata Ada Duda Tewas
Berawal dari kejelian satpam yang dengar teriakan histeris tengah malam, misteri pembunuhan duda muda di Lampung Timur akhirnya sukses dibongkar.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Seorang satpam bantu mengungkap kasus pembunuhan pria berinisial X (26) di Desa Karya Tani, Lampung Timur.
- Korban ditemukan tewas di tanggul irigasi setelah warga mencari sumber teriakan yang terdengar pada malam hari.
- Polisi menangkap FK (22) kurang dari 24 jam setelah kejadian. Motif sementara diduga karena persoalan asmara.
- Saat ditangkap, pelaku melawan sehingga polisi melakukan tindakan tegas terukur.
Tribunlampung.co.id, Lampung Timur – Kejelian seorang petugas keamanan (satpam) di Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, menjadi kunci pembuka tabir pembunuhan sadis di wilayah tersebut.
Baca juga: Dijemput Malam Hari, Duda di Lampung Timur Tewas, Diduga Akibat Asmara
Menjelang tengah malam, sang satpam yang sedang berjaga mendadak mendengar suara gaduh diikuti pekikan teriakan histeris dari arah tanggul irigasi.
Berkat kecurigaan dan respons cepatnya memanggil warga untuk menyisir lokasi, sesosok jasad pria berinisial X (26) yang berstatus duda muda akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan.
Padahal, beberapa jam sebelumnya, firasat buruk sama sekali tidak terlintas di benak keluarga saat korban pamit keluar rumah pada Senin malam.
Statusnya yang seorang duda membuat kepergiannya sekitar jam 11 malam itu dikira hanya main biasa setelah dijemput oleh seorang rekannya. Namun, siapa sangka pelukan hangat di ambang pintu menjadi pertemuan terakhir mereka.
Kesaksian mengenai penemuan jasad ini turut dikuatkan oleh Prayit, seorang warga setempat. Ia menceritakan bahwa petugas sekuriti sempat melihat ada satu sepeda motor misterius yang masuk ke area irigasi dalam rentang waktu antara pukul 23.30 hingga 00.00 WIB sebelum terdengar suara jeritan.
"Nggak lama setelah masuk, motor itu keluar lagi. Satpamnya awalnya nggak tahu pasti ada apa, tapi karena dengar teriakan-teriakan, dia akhirnya manggil warga sekitar. Pas warga cek dan cari tahu ke lokasi, ternyata ditemukan korban di tanggul," ujar Prayit saat memberikan kesaksian, Selasa (2/6/2026).
Kabar duka ini pun langsung menyebar cepat hingga ke telinga pamong desa. Kepala Desa Karya Tani, Nur Yadi, membenarkan bahwa pihak perangkat desa langsung berhamburan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) begitu menerima laporan dari masyarakat di paruh malam menjelang subuh.
"Tadi malam sekitar jam 02.30 dini hari, kami dikabari oleh warga. Di lokasi desa kami, tepatnya di tanggul irigasi Dusun 3, ditemukan jenazah seorang laki-laki," ungkap Nur Yadi. Setelah dicek, korban ternyata adalah X, warga Dusun 4 di desanya sendiri.
Melihat kondisi warganya yang tewas tak wajar, Nur Yadi langsung memerintahkan jajarannya untuk menghubungi pihak berwajib. Respons cepat pun ditunjukkan oleh aparat kepolisian. Tak butuh waktu lama bagi jajaran Polres Lampung Timur untuk mengendus keberadaan pelaku. Kurang dari 24 jam, pelarian pelaku berinisial FK (22) akhirnya kandas.
Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati melalui Kasat Reskrim AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh mengungkapkan, bahwa aksi nekat pemuda ini menghabisi nyawa korban ternyata dilatarbelakangi oleh urusan hati.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, motif asmara menjadi pemicu utama pelaku nekat menghabisi nyawa korban," ujar AKP Stefanus Boyoh, Selasa (2/6/2026).
Proses penangkapan FK yang dipimpin oleh Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Timur di wilayah Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung, sempat diwarnai ketegangan. FK yang merupakan warga desa yang sama dengan korban mencoba memberikan perlawanan sengit dan berusaha kabur dari kepungan petugas.
"Saat hendak diamankan, FK melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku," terangnya.
Dari tangan pelaku yang kini terpincang-pincang itu, polisi tidak hanya menyita beberapa senjata tajam yang diduga dipakai untuk membunuh korban dan dua unit motor. Petugas juga menemukan alat isap sabu (bong), plastik klip, serta alat bekas pakai narkoba di lokasi penangkapan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap FK di Mapolres Lampung Timur untuk menguak tabir kematian korban secara utuh, termasuk mendalami kemungkinan adanya tersangka lain yang ikut membantu aksi keji tersebut.
(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)
| Jemaah Haji asal Pringsewu Lampung Wafat di Makkah Usai Rampungkan Tawaf Ifadah |
|
|---|
| Kepala Samsat Pesawaran Diona Ajak Warga Manfaatkan Program Keringanan PKB |
|
|---|
| Kasus Bullying Pelajar di Pringsewu Berakhir Damai Jadi Solusi Terbaik |
|
|---|
| Komunitas Biroe Bakal Gelar Pameran Seni Rupa di Taman Budaya Lampung |
|
|---|
| Dewan Pendidikan Lampung Dorong Pemerintah Rangkul Sekolah Swasta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Dalang-Rudapaksa-Massal-Gadis-16-Tahun-Ditangkap-5-Hari-Dipaksa-12-Orang.jpg)