Kejam, Disimpan dalam Kotak, Wanita Ini Dikeluarkan Cuma untuk Diperkosa

Tapi, kisah mengenaskan yang dialami seorang wanita bernama Colleen Stan, sungguh, membayangkannya saja tak bisa.

Tayang:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Banyak orang di dunia ini memiliki kisah kelam yang begitu mengerikan dan traumatik.

Tapi, kisah mengenaskan yang dialami seorang wanita bernama Colleen Stan, sungguh, membayangkannya saja tak bisa.

Begitu kelamnya kisah Colleen, sampai-sampai kisahnya itu diangkat dalam film berjudul Girl in the Box, yang sebentar lagi akan diputar di sebuah stasiun televisi Amerika Serikat.

Kisah Colleen terjadi pada 1977.

Saat ini Colleen masih hidup, dan berusia 50 tahun.

Saat masih 20 tahun, Colleen pulang dari ulang tahun temannya di California.

Dia kemudian mencegat mobil untuk menumpang.

Seorang pria bernama Cameron Hooker (23) dan istrinya, Janice, melintas dan menghentikan mobilnya untuk memberi tumpangan.

Siapa sangka, aksi baik Hooker itu adalah petaka bagi Colleen.

Hooker dan istrinya menculik Colleen.

Ia mengikat tangan Colleen dan menyumpal mulutnya.

Yang terjadi selanjutnya adalah neraka.

Hooker melucuti seluruh pakaian Colleen, mengikat pergelangan tangannya dan menggantung gadis itu, kemudian mencambuki tubuhnya.

Selama beberapa bulan pertama, Colleen tak dikeluarkan dari ruang bawah tanah yang gelap itu.

Dia tak diperbolehkan mandi, hanya disediakan pispot dan diberi makan seadanya sekali sehari.

"Saya terus disiksa. Disengat listrik, dibakar dengan lampu panas, dan dia bahkan menarik tubuh saya dengan menggunakan rantai," tambah dia.

Penderitaan Colleen berlanjut lebih menyeramkan.

Bersama istrinya, Hooker pindah ke sebuah rumah mobil, dan menyembunyikan Colleen dalam sebuah peti kayu.

Peti kayu itu diletakkan di bawah ranjang, yang digunakannya bersama sang istri, Janice.

Peti itu hanya berukuran dua meter kali satu meter, dengan dua lubang udara dan sebuah pispot.

Di dalam peti itu, Colleen hanya bisa menggerakkan kakinya.

"Saya berbaring 22 jam setiap hari, dan hanya dikeluarkan untuk disiksa atau diperkosa," kata Colleen, mengenang kisah kelamnya itu.

Untuk menakut-nakuti Colleen, Hooker menceritakan bahwa ia adalah anggota The Company.

Hookeer mengatakan, The Company adalah sebuah kelompok yang akan membunuh keluarga para budak, yang mencoba kabur.

Penderitaan Colleen berakhir ketika Hooker mulai sering berkelahi dengan istrinya.

Hooker menginginkan tambahan budak seks.

Ia mulai suka memukuli istrinya itu.

Sadar bahwa Janice sudah dicuci otak, Janice kemudian mengajak Colleen untuk kabur.

"Dia mengatakan bahwa kami harus kabur karena dia mengira Hooker akan membunuh kami berdua. Dia lalu mengatakan bahwa The Company adalah omong kosong belaka," kata Colleen.

Mereka lalu berhasil melarikan diri.

Kasus itu diusut FBI, sampai akhirnya Hooker dihukum penjara 135 tahun.

Adapun, Janice diampuni. Dia tak mendapat hukuman karena membantu polisi mengusut kejahatan suaminya.

Sementara, Colleen mampu bertahan dari trauma yang bisa saja membuatnya gila itu.

Dia melanjutkan hidup, menikah dua kali, dan kini bekerja sebagai seorang manajer di sebuah perusahaan.

Sumber: Surya Malang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved