11 Bulan Tak Digaji dan Sehari Hanya Tidur Satu Jam, TKW Ini Kabur dari Rumah Majikan Lompat Pagar

Iming-iming gaji besar dari Neneng membuat Juleha tertarik menjadi TKW.

Penulis: wakos reza gautama | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Lampung
Juleha, TKW asal Way Kanan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Alasan klasik kesulitan ekonomi membuat Juleha harus mengadu nasib di negeri seberang. Perempuan asal Way Kanan ini memutuskan hijrah ke Malaysia tahun lalu sebagai tenaga kerja wanita (TKW) ilegal.

Namun bukannya perubahan nasib yang didapat. Perempuan berusia 21 tahun ini malah mendapatkan perlakuan kekerasan dari majikannya.

"Saya disana dipukuli sama majikan. Tidurnya hanya satu jam dalam sehari," cerita dia di Mapolda Lampung, Senin (3/10).

Keberangkatan Juleha ke Malaysia sebagai TKW bermula dari perkenalannya dengan seorang perempuan bernama Neneng. Tetangga Juleha yang memperkenalkan dengan Neneng.

"Bu Neneng datang ke rumah saya menawarkan saya jadi TKW," tuturnya.

Menurut dia, Neneng menawarkannya bekerja di restoran di Malaysia. Iming-iming gaji besar dari Neneng membuat Juleha tertarik menjadi TKW.

Setelah mendapat izin dari sang suami, Juleha memutuskan untuk pergi di Malaysia.

Membuat paspor di Kotabumi, Lampung Utara, dengan izin untuk jalan-jalan, Juleha berangkat ke Jakarta.

"Bu Neneng bilangnya saya bukan ilegal tapi resmi diberangkatkan oleh PT (perusahaan) yang terdaftar," kata dia.

Belakangan Neneng baru tahu ternyata dia ditipu Neneng. Juleha mengatakan, sampai di Malaysia, dia tidak dipekerjakan di restoran melainkan sebagai pembantu rumah tangga. Juleha tak terima. Ia ingin pulang ke Indonesia.

"Ternyata suami saya disuruh bayar uang tebusan kalau saya pulang ke Indonesia," tuturnya. Juleha tak bisa memenuhi keinginan itu. Dengan terpaksa Juleha bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Tinggal di rumah majikannya selama 11 bulan, Juleha tidak digaji. Dia bersama tiga temannya asal Indonesia yang juga bekerja di rumah itu sebagai pembantu rumah tangga disiksa oleh majikannya.

"Saya dan tiga teman saya dipukul di mata dan kepala," kata Juleha.

Menurut Juleha, majikannya tidak memukul badan karena akan ada bekasnya.

"Majikan bilang lebih baik di pukul di kepala karena nanti jadinya gila dan dibawa ke rumah sakit jiwa sehingga tidak ada kasus," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved