Lingkar Perut Lebih dari 80 Cm? Waspadailah 5 Penyakit Ini

Anda pernah mengukur lingkar perut? Hmm, coba luangkan waktu sesaat, lalu ambil meteran pengukur.

Editor: taryono
cbsnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Anda pernah mengukur lingkar perut? Hmm, coba luangkan waktu sesaat, lalu ambil meteran pengukur.

Bila lingkar perut melebihi 80 sentimeter (ukuran standar perempuan Asia), berarti ada kadar lemak yang berlebihan pada tubuh Anda!

Perlu kita tahu, di dalam tubuh ada dua jenis lemak. Pertama, lemak yang berada di bawah kulit yang disebut subcutaneous fat (lemak subkutan). Kedua, lemak di bagian perut yang disebut visceral fat (lemak viseral) yang terdapat bagian dalam dan mengelilingi organ tubuh vital yang ada di sekitar rongga perut.

Menurut, dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, dari Klinik Lighthouse, Jakarta, dalam kondisi normal lemak di dalam tubuh berfungsi sebagai penghangat tubuh, cadangan makanan, memproduksi hormon, melindungi organ dalam dan tulang, metabolisme tubuh dan lain-lain.

Berbeda dengan lemak viseral yang notabene termasuk lemak jahat karena menyebabkan penyakit serius seperti diabetes, jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi) dan stroke, gangguan pada liver serta persendian.

Lemak yang tertimbun di bagian dalam perut ini memproduksi banyak hormon dan protein yang menyebabkan pembuluh darah jadi kaku sehingga tekanan darah melonjak, kolesterol naik tak terkontrol, asam urat tak bisa memproses dengan baik dan tubuh jadi resisten pada insulin sehingga kadar gula darah pun meningkat.

Karena itu, tak bisa dianggap enteng bila lemak viseral ini sudah berlebihan, umumnya ditandai dengan tubuh yang gemuk atau bobot tubuh tidak ideal. Maka hal ini perlu menjadi perhatian.

Bisa saja sekarang tak tampak gejala yang mengarah pada suatu penyakit serius. Akan tetapi, bila ini tak diantisipasi sejak dini, justru seperti ‘bom waktu’ yang akan meledak di kemudian hari.

Nah, mengingat risiko berbagai penyakit tersebut, saatnya bagi yang berbadan gemuk untuk memulai menerapkan gaya hidup sehat. Ya, lebih baik mencegah daripada mengobati. Peribahasa itu mengingatkan kita akan pentingnya menjaga tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit berikut:

Diabetes             

Seseorang yang memiliki lemak jahat berlebih pada tubuhnya berisiko mengalami diabetes tipe 2. Kenapa demikian? Begini penjelasannya.

Lemak jahat yang mengelilingi organ vital di sekitar rongga perut tersebut dapat menyebabkan resistensi insulin. Insulin memang tetap akan diproduksi, akan tetapi secara kualitas sudah tidak baik.

Dalam hal ini, insulin sudah tidak peka lagi untuk merespons glukosa tubuh. Alhasil, tidak seluruh glukosa dapat masuk atau ditransfer ke dalam sel-sel tubuh dan justru malah tertimbun di dalam peredaran darah.

Selain itu, hormon insulin ini juga tidak dapat berfungsi dengan baik lantaran reseptor tertutup lemak. Ujung-ujungnya, insulin tidak dapat atau tak mampu membawa glukosa ke sel tubuh. Akibatnya kadar gula darah pun makin meningkat.

Diabetes juga dapat menyebabkan komplikasi, di antaranya penyakit jantung dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Sumber: Tabloid Nova
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved