BMKG Lampung: Banjir di 5 Daerah, Waspada Cuaca Ekstrem hingga Akhir Februari
Ada lima daerah yang terjadi banjir yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, dan Pringsewu.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Heribertus Sulis
Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah
TRIBUNLMAPUNG.CO.ID – Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur Bumi Ruwa Jurai pada Senin (20/2/2017), membuat sejumlah daerah di Lampung terjadi banjir.
Berdasarkan laporan yang masuk di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung, ada lima daerah yang terjadi banjir yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, dan Pringsewu.
Pengamat dan Prakirawan BMKG Natar, Lampung Rahmat Subekti mengatakan, hampir diseluruh Lampung pada Senin (20/2/2017) diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut, kata Rahmat, sudah termasuk dalam kondisi ekstrem.
“Secara umum, untuk Lampung, data menunjukkan hujan lebat. Dengan curah hujan (ch) mencapai 159,6 milimeter (mm). Berdasarkan data, untuk sementara, ini (159,6 mm) merupakan ch tertinggi yang kami dapat,” kata Rahmat, Selasa (21/2/2017).
Sedangkan untuk rata-rata bulanan, terus Rahmat, ch pada Februari mencapai 200 hingga 300 mm.
Namun demikian, imbuh Rahmat, hujan lebat yang mengguyur Lampung, Senin (21/2/2017) malam, ch sudah di atas rata-rata harian.
“Untuk semalam tergolong ekstrem dalam kategori harian. Untuk memperoleh data normal atau rata-rata ch-nya, kami pakai data bulanan. Sementara, untuk harian, (ch) di atas 50 mm, sudah masuk kategori ekstrem,” jelas Rahmat.
Rahmat menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Februari 2017. Rahmat menambahakn, secara umum Januari-Februari tergolong puncak musim hujan.
“Sementara untuk hujan semalam (Senin 20/2/2017), ada pengaruh tekanan rendah di barat dan barat daya Lampung serta fenomena Eddy di Laut Jawa, memengaruhi terbentuk pertemuan massa udara di Lampung. Sehingga tumbuh awan konvektif yang kuat. Eddy itu adalah sirkulasi di atmosfer yang memiliki vortisitas dalam suatu area atau pusaran angin dengan durasi harian dan biasanya jika suatu daerah terdapat Eddy maka cenderung banyak hujan,” papar Rahmat.
Kondisi tersebut, terus Rahmat, berpotensi terjadi hingga akhir Februari. Namun, tambah Rahmat, pada Maret kondisi tersebut cenderung berkurang. “Tetapi tetap butuh kami analisis,” tandas Rahmat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/banjir-di-lampung-selatan_20170221_120926.jpg)