Warga Simpang Pematang Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Kelangkaan tabung gas melon ini sudah berlangsung sejak sebulan belakangan.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Warga Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji mulai kesulitan mendapatkan gas elpiji isi tabung tiga kilogram (melon).
Uni, pemilik warung makan yang berada di pasar Simpang Pematang menuturkan, kelangkaan tabung gas melon ini sudah berlangsung sejak sebulan belakangan.
Ia mengaku sangat kesulitan memperoleh gas melon di setiap agen maupun warung.
"Pagi tadi, dari warung ke warung saya singgahi. namun, tabung gas tiga kilogram ternyata kosong," ujar Uni, Senin (27/03/17)
Uni mengaku sudah putus asa karena tabung gas sangat diperlukan untuk memasak di tempat warung makan miliknya.
"Pusing saya. Kalau tempat jualannya banyak, namun tidak ada barangnya. Saya berharap agar gas yang dicari warga dapat segera diselesaikan pemerintah. Sebab, jika masalah ini tidak selesaikan, maka akan harga di level bawah akan naik," keluhnya.
Fatimah, salah satu pemilik pangkalan tabung gas di pasar Simpang Pematang mengatakan, dirinya mengaku kesulitan mendapatkan pasokan tabung gas dari sub agen atau penyuplai.
"Sudah hampir seminggu saya kehabisan tabung gas. Sedangkan permintaan konsumen sangat membludak, apalagi sampai saat ini tidak ada pasokan dari sub agen," bebernya.
Hal senada dikatakan Ito, pemilik warung yang berada di Desa Jaya Sakti, dirinya bahkan hampir sebulan tidak ada pasokan dari sub agen.
Bahkan, kata dia, biasanya sub agen dua minggu sekali menyulupai tabung gas ke warungnya.
"Pasokan sudah habis. Sudah hampir seminggu ini tidak ada pasokan dari penyupali, yang ada cuma gas ukuran 5,5 kg," ujarnya. (endra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gas-3-kg-di-mesuji_20170327_134815.jpg)