Inilah Perempuan Otak Begal yang Mengeroyok Bella hingga Tewas Mengenaskan
Pas anak saya mau pergi ke pasar untuk giling kelapa, dia sempat teleponan sama seseorang.
Penulis: wakos reza gautama | Editor: Heribertus Sulis
Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung dan Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Selatan berhasil meringkus empat dari lima pelaku pencurian dengan kekerasan alias begal.
Baca: Putrinya Tewas di Tangan Begal, Parjiah Terkulai Saat Mengantar Anak Gadisnya ke Peraduan Terakhir
Aksi kelima pelaku mengakibatkan kematian korban Bunga Fikalia (17), warga Dusun Sukarame Pasar, Desa Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Heri Sumarji mengatakan, dua di antara pelaku adalah perempuan.
Kelima pelaku berbagi peran untuk menghabisi Bella, begitu Bunga biasa disapa.
"Empat orang yang sudah diringkus berinisial IN, SA, TG dan AA dari lokasi persembunyian masing-masing. Sementara pelaku F masih dikejar. F inilah yang bertugas sebagai eksekutor Bella," kata Heri Sumarji di gedung Satreskrim Mapolda Lampung, Kamis (6/4).
"Kelima pelaku kenal dengan korban. Satu dari pelaku yang perempuan adalah otak dari kejahatan ini," imbuhnya.
Sebelumnya, pada Senin (3/4), tubuh Bella yang berlumuran darah ditemukan warga di pinggir Jalan Dusun Karang Indah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan sekitar pukul 17.30 WIB.
Baca: Akhir Perjuangan Suami Rawat Istri dengan Ganja, Tangis Pilu Sang Anak: Semoga Bapak Cepat Pulang
Nyawa perempuan bertubuh mungil itu tidak tertolong di ruang ICU RS Bhayangkara Polda Lampung karena luka-lukanya yang terlampau parah.
Baca: Sambil Mengiris Bawang Istri Mengaku Telah Selingkuh, lalu Suami Rebut Pisaunya dan Mengambil Bantal
Sore hari sebelum Bella ditemukan tewas, ibundanya Parjiah mengutarakan, anaknya masih beraktivitas seperti biasa yaitu mengupas kelapa.
Pada saat itu, Bella sempat berbalas pesan singkat di telepon selulernya.
"Pas anak saya mau pergi ke pasar untuk giling kelapa, dia sempat teleponan sama seseorang. Aku dengar Bunga jawabnya iya nanti ke sana. Saya tanya siapa yang nelepon. Dia (Bunga) jawabnya teman," jelas Parjiah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/korban-begal_20170404_194144.jpg)