Hari Ini dalam Sejarah, Presiden AS Abraham Lincoln Ditembak, Sempat Gagal Diculik

Penembakan itu terjadi hanya berselang lima hari, setelah Jenderal Konfederasi Robert E Lee dan pasukannya menyerah, di Gedung Pengadilan Appomatox

Wikipedia
Lukisan The Last Hours of Abraham Lincoln karya seniman Alonzo Chappel (1828–1887) ini menggambarkan saat-saat terakhir Presiden Abraham Lincoln usai ditembak John Wilkes Booth pada 14 April 1865. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Hari ini, 14 April 1865 menjadi satu di antara catatan hitam dalam sejarah Amerika Serikat.

Sebab, di hari inilah, satu presiden negeri itu yang paling ternama, Abraham Lincoln ditembak.

John Wilkes Booth, aktor dan pendukung Konfederasi, menembak Presiden Lincoln di Ford's Theater, Washington DC.

Penembakan itu terjadi hanya berselang lima hari, setelah Jenderal Konfederasi Robert E Lee dan pasukannya menyerah, di Gedung Pengadilan Appomatox, Virginia.

Menyerahnya Jenderal Lee itu sekaligus mengakhiri perang saudara Amerika, yang berlangsung selama empat tahun.

John Wilkes Booth, dilahirkan di Maryland pada 1838.

Meski mendukung Konfederasi tetapi tetap tinggal di wilayah utara AS selama perang.

Awalnya, dia berencana menculik Presiden Lincoln, dan membawanya ke Richmond, ibu kota Konfederasi.

Namun, pada 20 Maret 1865, waktu yang dia rencanakan untuk melakukan penculikan, Presiden Lincoln batal hadir di lokasi tempat Booth dan enam kawannya menanti.

Dua pekan setelah rencana penculikan yang gagal itu, Richmond direbut pasukan Union atau pasukan federal AS.

Pada April, di saat kehancuran Konfederasi tinggal menunggu waktu saja, Booth membuat rencana nekat untuk menyelamatkan Konfederasi.

Setelah mengetahui Presiden Lincoln akan menyaksikan pertunjukan teater "Our American Cousin" di Ford's Theater pada 14 April, Booth berencana melakukan pembunuhan. 

Dia berniat tak hanya membunuh Presiden Lincoln, tetapi juga Wakil Presiden Andrew Johnson dan Menteri Luar Negeri Wiliam H Seward.

Dengan membunuh Presiden Lincoln dan dua penerusnya secara konstitusional, Booth dan rekan-rekannya berharap Pemerintah AS akan terjerembab dalam kekacauan.

Pada 14 April malam, rekan Booth, Lewis T Powell menerobos masuk ke kediaman Menlu Seward, dan menembaknya hingga terluka parah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved