Hari Ini dalam Sejarah, Presiden AS Abraham Lincoln Ditembak, Sempat Gagal Diculik

Penembakan itu terjadi hanya berselang lima hari, setelah Jenderal Konfederasi Robert E Lee dan pasukannya menyerah, di Gedung Pengadilan Appomatox

Tayang:
Wikipedia
Lukisan The Last Hours of Abraham Lincoln karya seniman Alonzo Chappel (1828–1887) ini menggambarkan saat-saat terakhir Presiden Abraham Lincoln usai ditembak John Wilkes Booth pada 14 April 1865. 

Sementara, rekan Booth yang lain, George A Atzerodt yang ditugaskan membunuh Wapres Johnson, kehilangan nyali dan kabur.

Sementara sekitar pukul 22.00, Booth masuk ke ruang VIP teater yang digunakan Presiden Lincoln, dan menembak sang presiden dari belakang.

Setelah menembak, Booth melompat dari balkon dan berteriak, "Sic semper tyrannis! (Untuk para tirani), Selatan sudah membalas!"

Akibat melompat dari balkon itu, Booth menderita patah kaki.

Tetapi, dia masih mampu kabur dengan menunggang kuda.

Presiden Lincoln yang terluka dibawa ke sebuah bangunan di seberang teater.

Pada pukul 07.22 keesokan harinya, Lincoln resmi menjadi Presiden Pertama AS yang tewas dibunuh.

Angkatan darat AS langsung melakukan pengejaran, dan akhirnya berhasil memojokkan Booth di sebuah gudang, di dekat Bowling Green, Virginia.

Booth diduga tewas bunuh diri, setelah pasukan AS membakar gudang tempat persembunyian sang pembunuh.

Delapan orang lain didakwa terlibat konspirasi pembunuhan Presiden Lincoln.

Empat orang dihukum gantung dan empat lainnya dipenjara untuk waktu yang lama.

Sementara itu, Presiden Lincoln dimakamkan pada 4 Mei 1865 di Springfield, Illinois.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved