9 Pakaian Pengantin Unik di Dunia, Indonesia Termasuk di Dalamnya
Pada umumnya, adat atau tradisi muncul dari kisah sejarah, interaksi sosial, hingga kenampakan alam di sekitarnya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.
Begitulah peribahasa yang mungkin tepat menggambarkan setiap negeri, yang memiliki adat yang berbeda satu sama lain.
BACA JUGA: Keluarga Ini Lolos dari Maut karena Seekor Kambing, Begini Kisah Dramatisnya
Pada umumnya, adat atau tradisi muncul dari kisah sejarah, interaksi sosial, hingga kenampakan alam di sekitarnya.
Setiap negara tentu memiliki prosesnya masing-masing, Singapura dan Indonesia misalnya.
Meski kedua negara itu sama-sama masuk dalam rumpun Melayu, Singapura lebih dominan denggan penggunaan bahasa Inggris ketimbang bahasa Melayu.
Hal itu karena Singapura merupakan negara persemakmuran Inggris.
Selain terlihat dalam bahasa yang digunakan, keragaman budaya tiap negara bisa terlihat dari pakaian adat, yang digunakan saat pernikahan.
Setiap negara memiliki filosofi dan sejarah masing-masing mengenai pernikahan.
Melansir laman Brightside.me, berikut sembilan foto perbedaan baju nikah antara satu negara dengan negara lain.
1# Jepang
Pernikahan orang Jepang, pengantin pada umumnya menggunakan dua atau lebih pakaian untuk upacara pernikahan, putih dan merah
2# Ghana
Baju pernikahan masyarakat Ghana pada umumnya memiliki warna yang sangat menyala.
Setiap keluarga memiliki pola dan warna khas tersendiri, untuk baju pengantin mereka.
3# Romania
Saat ini, mayoritas pasangan muda di Romania lebih memilih gaya modern untuk pernikahan.
Meski demikian, upacara tradisi masih bisa ditemui di mayoritas daerah terpencil.
Meski Romania bukanlah negara yang besar, setiap daerah juga memiliki ciri khas pakaian pernikahan.
4# India
Gaun dengan warna merah atau pink menjadi warna tradisi untuk pernikahan di India.
Di wilayah utara, wanita menikah secara tradisional mengenakan titik merah di tengah dahi mereka.
5# Skotlandia
Di Skotlandia, pengantin pria tradisional memakai rok dari klannya.
Setelah upacara pernikahan, pengantin pria menempatkan selendang dihiasi dengan warna-warna klannya di bahu istrinya.
Kebiasaan itu untuk melambangkan keanggotaan dalam keluarga barunya.
6# Pakistan
Meski Pakistan merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Pakistan memiliki tradisi pakaian pengantin yang hampir sama dengan India.
Menggambar pola pacar yang rumit di tangan pengantin wanita, dan mengenakan gaun pengantin berwarna merah paling populer dari mereka.
7# Indonesia
Pakaian adat pernikahan di Indonesia bisa berbeda dari pulau ke pulau.
Dengan lebih dari 300 etnik dan 6 mayoritas agama, negara tersebut berlimpah kebudayaan dan tradisi.
Pakaian adat di atas merupakan pakaia adat Sumatera Selatan, yang terkenal dengan sebutan Aesan gede yang melambangkan kebesaran, dan pakaian Aesan paksangko yang melambangkan keanggunan masyarakat Sumatera Selatan.
Pakaian adat itu biasanya hanya digunakan saat upacara adat perkawinan.
Dengan pemahaman, upacara perkawinan merupakan upacara besar.
Maka dengan menggunakan Aesan Gede atau Aesan Paksangko sebagai baju pengantin, hal itu memiliki makna sesuatu yang sangat anggun.
Karena, kedua pengantin bagaikan raja dan ratu.
8# Tiongkok
Pakaian pernikahan tradisi Tiongkok adalah warna merah.
Di negara itu, warna putih warna putih malah melambangkan waktu berkabung dan pemakaman.
Setelah menikah, pengantin pria menghilangkan tabir merah dari kepala pengantin wanita.
9# Korea Selatan
Pernikahan tradisional menjadi lebih dan lebih populer di Korea Selatan.
BACA JUGA: Kisah Wanita Hamil 3 Bulan Diceraikan Suami karena Hal Ini, Akhir Ceritanya Mengharukan
Menurut tradisi kuno, pengantin pria harus membawa istrinya mengelilingi meja dengan menaruhnya di punggungnya.
Itu melambangkan bahwa pengantin wanita dapat mengandalkan suaminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pernikahan_20170416_160033.jpg)