Ayu: Keseleo dan Patah Tulang Konsekuensi Jadi Karateka
Ayu mengikuti kejuaraan awal di Lampung Selatan, Kejuaraan Daerah Bupati Cup tahun 2012 dan masih duduk di kelas 3 SD.
Laporan Reporter Tribun Lampung Andre
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Amazing, kata yang pas untuk Dwi Ayu Agustina. Atlet karate asal Bandar Lampung yang telah meraih beberapa prestasi ditingkat nasional.
"Awalnya ikut karate, nah lomba terus kalah. Dari kalah itu justru termotivasi untuk jauh lebih baik, latihan dan latihan terus," ungkap Ayu saat diwawancara Tribun, Rabu (20/4).
Ayu mengikuti kejuaraan awal di Lampung Selatan, Kejuaraan Daerah Bupati Cup tahun 2012 dan masih duduk di kelas 3 SD.
Pelatih selalu memberi arahan dan motivasi setiap latihan. Bahwa dengan berlatih serius akan membuahkan hasil yang maksimal juga.
Anak pasangan dari Een Aeniyah dan Sardi ini mulai mengikuti karate sejak dari kelas 3 SD hingga sekarang kelas VII di SMPN 7 Bandar Lampung dan berhak menyandang Karateka Sabuk Hitam Dan Satu (tingkatan dalam karate).
Ayu setiap hari selalu meluangkan waktu untuk latihan, dari pukul 15.00-17.00 WIB. Latihan tersebut membantu menjaga fisik dan kekuatan tubuh serta meningkatkan performanya
Hal yang paling menyenangkan adalah ketika menang merasa bahwa dapat membanggakan orang tua dengan apa yang sudah diraih.
"Yang paling sedih kalau kejuaraan jauh, harus tinggalin orang tua. Ya jauh gitu, jadi kepikiran. Kesleo atau patah tulang itu sudah konsekuensi menjadi karateka, tapi tetap fokus dan semangat dalam pertandingan"
Selain itu, kadang kejuaraan bisa datang bareng dengan ulangan atau ujian sekolah. Tapi untungnya pihak sekolah masih memberikan ijin dan dapat melaksanakan ujian susulan.
"Pesan orang tua kepada Ayu yang selalu dipegang adalah prestasi boleh saja, tapi sekolah juga penting. Jadi keduanya harus sama-sama maju berbarengan" ujar anak yang lahir 9 Agustus 2003 ini.
Pelatih Karate Ayu, Senpay Joni mengatakan, Ayu selalu bekerja keras, serius dan selalu berusaha tampil maksimal.
"Setiap hari berlatih, pagi dan sore. Empat jam minimal sehari. Jadi memang fisik sangat dipersiapkan," kata Joni.
Joni menambahkan, sekarang mulai mempersiapkan untuk menghadapi O2SN tingkat provinsi pada Mei mendatang. Jadi sekarang fokus untuk waktu dekat ini.
Ayu Dewi sendiri sebenarnya termasuk atlet berprestasi dan pernah menjadi juara I Indonesia Karate Festival tahun 2015 di Bekasi, juara I SBY Cup Se Asean 2015, juara I Indonesia Internasional Karate Championshif 2016, mendapat mendali emas dan best of the best Gurbenur Cup 2016 dan terakhir O2SN Tingkat SMP Kota Bandar Lampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/yu-karateka_20170420_095612.jpg)