Dianggap Terlalu Seksi, Artis Cantik Ini Dilarang Bermain Film

sebelum ada pelarangan bermain film, dirinya terlebih dahulu memenuhi panggilan dari Kementrian Kebudayaan.

Tayang:
Editor: taryono
Daily Mail
Denny Kwan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Seorang aktris asal Kamboja ini tidak diperbolehkan bermain film selama satu tahun kedepan.

Dia adalah Denny Kwan, seorang akris muda, cantik, dan berbakat yang kini masih berusia 24 tahun.

Dilansir dari laman Dailymail, Denny tidak diizinkan lagi bermain peran dalam sebuah film oleh Kementrian Kebudayaan dan Seni Rupa setempat.

Alasannya, Denny dinilai kerap tampil seksi dan terbuka di setiap film yang dibintanginya.

Denny Kwan (Daily Mail)
Denny Kwan (Daily Mail) ()

Namun meski demikian, Denny mengaku tak pernah beradegan erotis di setiap filmnya.

"Di Kamboja banyak artis seksi. Beberapa bahkan beradegan berciuman dan erotis," ungkap Denny seperti dikutip dari Dailymail.

"Saya tahu ini hak saya untuk berpakaian seperti yang saya inginkan, tapi budaya orang Kamboja, tidak dapat menerimanya," tambahnya.

Denny Kwan (Daily Mail)
Denny Kwan (Daily Mail) ()

Dia menjelaskan, bahwa sebelum ada pelarangan bermain film, dirinya terlebih dahulu memenuhi panggilan dari Kementrian Kebudayaan.

Denny mengaku telah diajari banyak hal layaknya seorang anak perempuan.

Di sisi lain, larangan Denny bermain film selam 12 bulan ternyata membuat sejumlah pihak geram.

Denny Kwan (Daily Mail)
Denny Kwan (Daily Mail) ()

Satu diantaranya kelompok kesetaraan gender di Kamboja.

Mereka diketahui tak merima keputusan Kementrian Kebudayaan yang memberikan hukuman tersebut kepada Denny.

"Bagi saya, kementerian tersebut seharusnya tidak melakukan hal itu kepadanya, karena dia memiliki hak dan tidak ada kebijakan atau undang-undang untuk melarang apa yang orang kenakan," kata Ros Sopheap, direktur eksekutif kelompok tersebut.

Denny Kwan (Daily Mail)
Denny Kwan (Daily Mail) ()

Sementara seorang Kepala Kelompok Hak Asasi Perempuan Kamboja menuturkan, bahwa keputusan yang diambil kementrian sangat mengerikan.

"Situasi ini hanya terjadi pada perempuan dan itu diskriminasi gender," katanya.

"Ini adalah pelanggaran kesetaraan jender. Wanita adalah orang yang rentan terhadap hal ini," tambahnya.  (*)

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved